3 Informasi Penting untuk Ibu Muda

Teman Sehat, menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya merupakan suatu pengalaman hidup tersendiri bagi seorang perempuan. Pengalaman ini, menjadi guru yang sangat berharga dalam membesarkan si kecil.

Pada titik ini, terkadang ibu baru merasa bingung dengan banyaknya informasi untuk menjaga tumbuh kembang si kecil. Nah, agar kamu ngga bingung apa aja yang wajib dilakukan, yuk simak 3 hal ini! Let’s check it out!

1. Pantau pemberian vaksinasi dasarnya

Vaksinasi merupakan upaya preventif dalam mencegah penyakit yang ada. Biasanya hal ini dilakukan pada bayi sejak beberapa jam setelah dilahirkan hingga usia anak-anak. Sebagai seorang ibu, hendaknya selalu memastikan si kecil mendapatkan vaksinasi sesuai dengan usianya.

Kamu bisa melihat tabel kunjungan ke Puskesmas atau klinik kesehatan di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku Pink). Saat si kecil menginjak umur 4 bulan, ajaklah ke Puskesmas buat mendapatkan rangkaian vaksinasi BCG, Polio, DPT, HB, Hib, dan IPV.

Walaupun terkadang vaksinasi punya efek samping menimbulkan demam, tapi ini merupakan hal yang normal dan demam akan sembuh dengan sendirinya setelah 1-2 hari setelah vaksin.

2. Pemberian ASI eksklusif

Definisi dari pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif yang tepat yaitu pemberian ASI pada bayi tanpa adanya asupan apapun di usia 0-6 bulan, kecuali ada hal-hal tertentu. ASI merupakan anugerah terindah yang diberikan kepada ibu, untuk memberikan zat gizi pertamanya pada si kecil.

ASI, bisa dirangsang setelah melahirkan dengan proses normal maupun operasi. Jika kondisi ibu dan bayi memungkinkan, terapkanlah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) agar si kecil mendapatkan zat gizi yang kaya dari ASI. Kandungan zat gizi yang ada di dalam ASI, bisa memperkuat imun tubuh, menunjang kecerdasan anak dan memperkuat ikatan batin ibu dan anak.

Tapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan ASI ibu ngga keluar, sehingga mengharuskan si kecil diberi susu formula untuk sementara. Jangan menyerah,  ya! Segera konsultasikan hal ini ke dokter atau konselor ASI.

3. Pantau berat badan dan perkembangannya

Program Posyandu bulanan yang diselenggarakan Pemerintah di seluruh Indonesia, bisa kamu manfaatkan buat memantau tumbuh kembang si kecil. Salah satu caranya yaitu memantau pertambahan berat badannya (BB).

Pastikan BB si kecil ngga berada di bawah batas garis merah (BGM). Hal ini dikarenakan, si kecil bisa terindikasi kekurangan asupan zat gizi. Jika kondisi ini terjadi lebih dari 2 bulan, segera ajak si kecil ke Puskesmas untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Selain itu, selalu monitor perkembangan bayi sesuai dengan usianya. Indikator perkembangan bayi yang lengkap, bisa kamu baca di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku Pink). Jika ada ketertinggalan perkembangan, ajaklah si kecil ke Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, itulah 3 informasi vital yang harus diketahui setiap ibu untuk menunjang kesehatna bayinya. Semua informasi untuk menjaga tumbuh kembang si kecil, bisa kamu baca di Buku KIA atau lebih dikenal dengan Buku Pink. Jangan malas untuk membacanya ya, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *