4 Cara Membuat Jurnal yang Kamu Banget

Kegiatan menulis jurnal atau biasa dikenal dengan istilah journaling memang sangat menyenangkan. Konsepnya mirip seperti menulis diari dan rasanya jadi seperti punya teman yang selalu menemani setiap hari. Buat Sahabat Sehat yang baru pertama kali menulis jurnal, mungkin bingung ya, mau menulis jurnal yang seperti apa. Tenang, artikel ini akan membantumu untuk bisa membuat jurnal spesial yang sesuai sama diri kamu.

Jurnal yang akan kamu buat nantinya perlu disesuiakan dengan kepribadian dan perasaanmu, jadi kamu sebenarnya ngga perlu membuat jurnal yang persis sama seperti contoh yang kamu lihat dari milik orang lain. Nah, sebagai gambarannya, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat jurnal yang kamu banget.

cara membuat jurnal
Foto: Pixabay.com

Ngga Harus di Kertas

Saat pertama kali memutuskan untuk membuat jurnal, kamu mungkin merasa perlu menulisnya di kertas atau buku. Tapi sebenarnya ngga harus begitu. Menulis di kertas memang bisa membantumu untuk rileks dan melepaskan stress, tapi kalau ini kurang sesuai dengan dirimu, kamu bisa menggantinya dengan cara lain.

Misalnya, kamu merasa kemampuan tulis tanganmu lambat jadi akan menyulitkan kalau ingin menyampaikan banyak hal di jurnal. Sebagai gantinya, kamu bisa juga menulis jurnal melalui keyboard di laptop, komputer tablet, atau handphone.

Ngga Harus Dalam Bentuk Tulisan

Tiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menyampaikan perasaan. Mungkin saja kamu bukan tipe yang bisa “bercerita” melalui tulisan, melainkan melalui hal lain seperti gambar, suara, atau video. Apapun bentuknya, ngga ada yang salah. Kamu tetap bisa membuat jurnal dalam berbagai bentuk, cukup sesuaikan saja dengan apa yang membuatmu nyaman untuk mencurahkan semua isi hati dan pikiran.

tips melakukan journaling
Foto: Pixabay.com

Anggap Sedang Berbicara dengan Orang Lain

Banyak orang yang kesulitan untuk membuat jurnal karena merasa seperti sedang berbicara dengan diri sendiri. Kalau Sahabat Sehat juga merasa seperti ini, cobalah membuat jurnal seakan-akan sedang berbicara dengan orang lain.

Misalnya, kamu bisa membuat jurnal dalam bentuk surat yang ditujukkan untuk seseorang yang spesial, bisa dirimu di masa depan, orang terdekatmu yang sudah tiada, atau seseorang yang sudah lama kamu idolakan.

Jangan Jadikan Kewajiban

Kegiatan journaling yang efektif memang sebaiknya dilakukan setiap hari secara rutin, tapi kalau mengisi jurnal jadi terasa seperti kewajiban yang membebani, hasilnya tentu ngga akan baik. Kamu juga jadi ngga bisa menuangkan perasaanmu dengan rileks dan malah bertambah stress. Kamu ngga harus mengisi jurnalmu setiap hari atau di jam-jam tertentu. Isi saja saat kamu sedang butuh teman dan ingin bercerita.

Menulis jurnal sudah terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental, seperti bisa mengurangi rasa khawatir dan pemikiran yang berlebihan, membuat pikiran lebih fokus dan terbuka, dan membantu mengatur perasaan dan emosi. Ayo Sahabat Sehat, kamu juga coba deh mengisi waktu luangmu dengan kegiatan journaling!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

WebMD. 2020. Mental Health Benefits of Journaling. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-benefits-of-journaling. Diakses pada 22 September 2021

Vanilla Papers. 2019. 17 Journaling Tips for Beginners (and How to Start). https://vanillapapers.net/2019/11/13/journaling-tips/. Diakses pada 22 September 2021

Simple + Fiercely. 2021. 11 Life-Changing Journaling Tips for Beginners. https://www.simplyfiercely.com/journaling-tips/. Diakses pada 22 September 2021

Darius Foroux. 2021. 29 Journaling Tips That Help You To Journal Every Day. https://dariusforoux.com/best-journaling-tips/. Diakses pada 22 September 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.