4 Fakta yang Harus Kamu Ketahui tentang Vaksin HPV

vaksin HPV

Halo Teman Sehat! Apakah Teman Sehat sudah pernah mendengar istilah HPV?

Nah, kalau Teman Sehat belum tau, HPV adalah singkatan dari Human Papillomavirus yang penularannya paling banyak melalui penyakit menular seksual. Jenis HPV ini ada banyak loh, mencapai lebih dari 150 virus.

Ngomong-ngomong, Teman Sehat tahu ngga mengapa kita harus waspada dengan HPV? Karena lebih dari 40 tipe HPV ternyata dapat menyebabkan penyakit kelamin, termasuk di antaranya kanker serviks. Teman Sehat sudah tahu kan apa itu kanker serviks?

Sedikit gambaran nih ya, menurut HPV Centre, pada tahun 2012 terdapat hampir 21 ribu kasus kanker serviks baru di Indonesia dan lebih dari 527 ribu kasus baru di dunia dengan angka kematian mencapai 265 ribu. Angka itu membuat kanker serviks menjadi penyebab kanker pada perempuan terbesar kedua di Indonesia dan terbesar keempat di dunia.

Wah, serem juga ya… Padahal kita belum menghitung penyakit lain yang disebabkan oleh HPV. Oleh karenanya kita sangat disarankan untuk menerima vaksin HPV. Ada yang di sini sudah mendapatkan vaksin? Nah, kalau belum sebaiknya Teman Sehat menyimak fakta tentang vaksinasi HPV berikut ini:

1. Ngga cuma buat untuk perempuan

Selama ini mungkin kita mendengar jika vaksin HPV hanya diperlukan oleh perempuan saja untuk menghindari kanker servis. Padahal tidak hanya perempuan, laki-laki pun juga sebaiknya menerima vaksin ini. Menurut Centres for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV tidak hanya ditujukan untuk mencegah kanker serviks pada wanita, tapi juga beberapa jenis penyakit kelamin pada pria.

2. Sebaiknya diberikan sejak dini

Kita pasti mengira kalau Vaksin HPV ini hanya diberikan pada usia dewasa atau umumnya sebelum seseorang menikah. Padahal, CDC menyarankan vaksin HPV mulai diberikan sejak usia 11-12 tahun. Meskipun pada saat itu seseorang belum aktif secara seksual (dan diharapkan memang belum aktif sampai usia yang cukup matang untuk menikah), menyegerakan vaksinasi tentu lebih baik bukan?

3. Diberikan dalam 3 seri dosis

Bagi yang belum tau bagaimana pemberian vaksinnya, perlu Teman Sehat ketahui kalau vaksin HPV ini diberikan sebanyak 3 (tiga) dosis:

  • Dosis pertama: sekarang
  • Dosis kedua: 1-2 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama

Selain itu, tidak diperlukan dosis tambahan (booster).

Tapi, jika 3 dosis tersebut belum lengkap hingga usia 11-12 tahun, CDC masih merekomendasikan Vaksin Susulan (Catch-up Vaccination). Untuk perempuan usianya mulai 13 hingga 26, sedangkan laki-laki mulai 13 hingga 21 tahun. Tapi, untuk laki-laki juga masih bisa menerima hingga usia 26 tahun jika memang menginginkannya.

Vaksin HPV untuk yang Sudah Aktif Seksual

Nah, bagaimana dengan perempuan maupun laki-laki yang sudah aktif seksual, apakah masih perlu mendapatkan vaksin? Masih bisa kok. Bahkan jika sudah tertular HPV, seseorang masih bisa mendapatkan manfaat dari vaksin, karena satu jenis vaksin spesifik hanya untuk satu jenis virus. Jadi, kalau ia tertular satu jenis HPV, vaksin tipe yang berbeda mencegahnya tertular virus jenis lain.

Nah, itulah 4 fakta tentang vaksinasi HPV yang perlu Teman Sehat ketahui. Apakah setelah membacanya Teman Sehat jadi ingin segera mendapatkan vaksin? (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *