5 Manfaat Vitamin B6 untuk Kesehatan

Hai Teman Sehat, sudahkah kamu mengenal vitamin B6? Vitamin yang juga disebut sebagai piridoksin ini merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bisa berfungsi secara normal. Vitamin ini bersifat mudah larut dalam air, sehingga ngga disimpan dalam tubuh dan perlu dipenuhi dari makanan atau suplemen. Nah, apa saja sih, manfaat vitamin B6 bagi tubuh dan contoh makanannya? Yuk, cek di sini!

5 Manfaat vitamin B6 bagi kesehatan

Memenuhi asupan piridoksin dari makanan dalam jumlah yang cukup sangat penting untuk kesehatan yang optimal. Berikut 5 manfaat vitamin B6 bagi kesehatan yang harus kamu tahu:

1. Memperbaiki mood dan mengurangi stres

Vitamin B6 untuk memperbaiki mood dan mengurangi stres
Foto: Freepik.com

Tubuh memerlukan vitamin B6 untuk menciptakan neurotransmiter, seperti serotonin, dopamin, dan asam gamma-aminobutyric (GABA), yang berfungsi mengelola emosi. Selain itu, piridoksin juga mampu menurunkan kadar asam amino homosistein yang tinggi dalam darah, ketika kamu mengalami stres atau depresi. Jadi, mengonsumsi makanan kaya vitamin ini bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu memperbaiki mood dan mengurangi rasa stres.

2. Mencegah dan mengatasi anemia

Hemoglobin merupakan protein yang mengalirkan oksigen dan zat gizi ke sel-sel tubuh. Jika kadar hemoglobin kamu rendah, maka sel-sel tubuh ngga bisa mendapatkan oksigen dan zat gizi yang cukup. Akibatnya, kamu bisa mengalami gejala anemia, seperti lelah, letih, dan lesu. Vitamin B6 juga berperan dalam produksi hemoglobin, sehingga memenuhi asupan zat gizi ini bisa membantu mencegah dan mengatasi anemia yang disebabkan oleh defisiensi zat gizi.

3. Membantu mengurangi mual selama kehamilan

vitamin b6 bisa mengurangi rasa mual saat hamil
Foto: Freepik.com

Selama beberapa dekade, suplemen vitamin B6 dalam dosis 25 – 30 mg per hari sudah digunakan untuk mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Meski para peneliti masih belum sepenuhnya yakin alasan vitamin ini bisa mengurangi mual di pagi hari, tetapi ada dugaan bahwa piridoksin berperan penting dalam memastikan kehamilan yang sehat.

4. Mencegah dan mengurangi risiko penyakit jantung

Sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang memiliki kadar vitamin B6 rendah dalam darahnya, berisiko dua kali lipat terkena penyakit jantung daripada seseorang yang memiliki kadar piridoksin dalam darah yang tinggi. Ini diduga, karena piridoksin mampu menurunkan kadar homosistein yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan memicu penyakit jantung.

5. Meningkatkan kesehatan mata

Vitamin b6 untuk meningkatkan kesehatan mata
Foto: Freepik.com

Orang lansia rentan mengalami penurunan fungsi organ, ngga terkecuali mata. Nah, vitamin B6 terbukti bisa meningkatkan kesehatan mata dan mengurangi risiko penyakit mata pada lansia, terutama degenerasi makula terkait usia (AMD). Lagi-lagi, ini dikaitkan dengan kemampuannya yang mampu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Selain penyakit jantung, tingginya kadar homosistein dalam darah juga menyebabkan meningkatnya risiko AMD.

Contoh makanan sumber vitamin B6

Jumlah harian piridoksin yang direkomendasikan menurut AKG (2019) berkisar antara 0,1 – 1,7 mg sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan kondisi tertentu seperti hamil dan menyusui. Kamu ngga perlu khawatir, karena beberapa makanan di bawah ini bisa membantu memenuhi asupan piridoksin harianmu.

  • Buncis.
  • Tuna.
  • Salmon.
  • Hati sapi.
  • Daging ayam.
  • Kentang.
  • Pisang.
  • Semangka.
  • Labu.
  • Nasi putih.
  • Bayam.
  • Tahu.
  • Bawang bombay.

Jadi, Teman Sehat bisa memenuhi asupan vitamin B6 dari makanan sehari-hari untuk mengambil manfaatnya. Jika kamu tertarik mengonsumsi suplemen vitamin B6, pastikan bicarakan dulu dengan dokter, ya. Yuk, sharing informasi ini ke orang di sekitarmu!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

NIH. Vitamin B6

https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminB6-HealthProfessional/

Christen, W. G., Glynn, R. J., Chew, E. Y., Albert, C. M., & Manson, J. E. (2009). Folic acid, pyridoxine, and cyanocobalamin combination treatment and age-related macular degeneration in women: the Women’s Antioxidant and Folic Acid Cardiovascular Study. Archives of internal medicine169(4), 335–341. https://doi.org/10.1001/archinternmed.2008.574

Herrmann, W., Lorenzl, S., & Obeid, R. (2007). Hyperhomocysteinämie und B-Vitaminmangel bei neurologischen und psychiatrischen Erkrankungen–Aktueller Kenntnisstand und vorläufige Empfehlungen [Review of the role of hyperhomocysteinemia and B-vitamin deficiency in neurological and psychiatric disorders–current evidence and preliminary recommendations]. Fortschritte der Neurologie-Psychiatrie, 75(9), 515–527. https://doi.org/10.1055/s-2007-980112

Nutt D. J. (2008). Relationship of neurotransmitters to the symptoms of major depressive disorder. The Journal of clinical psychiatry69 Suppl E1, 4–7.

Clayton P. T. (2006). B6-responsive disorders: a model of vitamin dependency. Journal of inherited metabolic disease, 29(2-3), 317–326. https://doi.org/10.1007/s10545-005-0243-2

Ronnenberg, A. G., Goldman, M. B., Aitken, I. W., & Xu, X. (2000). Anemia and deficiencies of folate and vitamin B-6 are common and vary with season in Chinese women of childbearing age. The Journal of nutrition, 130(11), 2703–2710. https://doi.org/10.1093/jn/130.11.2703

Chittumma, P., Kaewkiattikun, K., & Wiriyasiriwach, B. (2007). Comparison of the effectiveness of ginger and vitamin B6 for treatment of nausea and vomiting in early pregnancy: a randomized double-blind controlled trial. Journal of the Medical Association of Thailand = Chotmaihet thangphaet, 90(1), 15–20.

Hisano, M., Suzuki, R., Sago, H., Murashima, A., & Yamaguchi, K. (2010). Vitamin B6 deficiency and anemia in pregnancy. European journal of clinical nutrition, 64(2), 221–223. https://doi.org/10.1038/ejcn.2009.125

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.