Ada Apa di Balik Populernya ‘Bekam’ di Olimpiade Rio?

Halo Teman Sehat!

Di tengah hebohnya Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro Brazil, ada hal unik dari atlet yang menarik perhatian masyarakat dunia loh! Apakah itu?

Sebut saja perenang asal Amerika Serikat, Michael Phelps. Selain prestasinya dalam meraih medali emas estafet putra 4×100 meter, tanda bulat cokelat kemerahan yang menghiasi tubuh Phelps pun ikut menjadi perhatian.

Tanda bulat cokelat kehitaman tersebut ternyata didapatkan atlet berusia 31 tahun tersebut setelah melakukan terapi bekam loh!

Bukan hanya Phelps, atlet lain pun banyak yang dengan bangga memamerkan tanda bulat yang mereka dapatkan dari bekam.

Alex Naddour, atlet senam artistik asal Amerika Serikat melakukan bekam di lengan kanannya. Naddour mengatakan kalau terapi ini sangat praktis dan murah karena dapat dilakukan sendiri sehingga tidak lagi repot untuk memanggil ahli terapis untuk memulihkan kondisi ototnya.

Karena kemudahannya, terapi ini pun dapat dilakukan sendiri di rumah sambil beristirahat. Pavel Sankovich terlihat menikmati waktu bersantainya sambil berbekam dan meng-upload-nya ke instagram.

Terapi bekam ternyata ngga cuma popular di kalangan atlet pria loh, Teman Sehat!

Ini buktinya. Natalie Coughlin, atlet renang asal Amerika Serikat ini juga ternyata hobi berbekam untuk mengusir rasa pegal pada otot-ototnya.

Tahukah Teman Sehat? Bekam atau cupping adalah teknik tradisional yang banyak digunakan di budaya Mesir, Timur Tengah, dan Tiongkok sejak ribuan tahun lalu.

Bahkan, salah satu buku teks kedokteran tertua di dunia, Ebers Papyrus, sudah menceritakan detail bagaimana masyarakat Mesir kuno menggunakan terapi ini.

Begini loh prosedurnya..

Alkohol/material yang mudah terbakar dimasukan ke dalam gelas-gelas kecil kemudian dibakar. Saat api padam, gelas kecil cepat-cepat diletakan terbalik di atas kulit. Saat udara di dalam gelas mendingin maka akan tercipta ruang vakum.

Nah, hal inilah yang membuat kulit akan tersedot dan memerah karena pembuluh darah akan meregang dan keluar dari kulit.

Bekam dipercaya dapat meningkatkan aliran darah pada otot, meminimalisasi rasa sakit dan bengkak, serta membuat tubuh menjadi rileks, sehingga sangat bermanfaat bagi pemulihan kondisi atlet pascabertanding.

Tapi sebenarnya, masih sangat sedikit penelitian klinis yang dapat membuktikan hal tersebut. Maka itu, terapi bekam kurang populer di negara Barat yang teknologi medisnya sangat maju.

Belum ada bukti ilmiah tentang manfaat terapi ini secara klinis. Eits, tapi jangan khawatir! Berita baiknya adalah bekam dianggap aman dan tidak memiliki efek samping jangka panjang.

Bagaimana menurut Teman Sehat? Ingin mencoba bekam agar tubuh lebih prima seperti para atlet Olimpiade Rio? Atau mungkin Teman Sehat sudah pernah coba? Yuk, ceritakan pengalamanmu di kolom komentar! (agt)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *