Alkohol pada Skincare Aman Ngga?

Sahabat Sehat, alkohol seringkali dijumpai pada produk skincare. Berbagai informasi saling bertolak belakang sehingga publik juga bingung apakah info terkait kandungan alkohol perlu tidak menjadi concern konsumen. Penggunaan alkohol dalam industri kosmetik sendiri menuai respon pro dan kontra.

amankah alkohol pada skincare
Foto: Pexels.com

Apa itu Alkohol?

Dalam kimia, alkohol adalah senyawa organik apa pun dengan gugus hidroksil fungsional (-OH), yang berarti ada ribuan alkohol yang berbeda, biasanya diberi nama akhiran -ol. Spesifik dalam penggunaan alkohol pada produk kecantikan, banyak alkohol yang bermanfaat untuk kulit, misalnya jenis fatty alcohols seperti arakidil alkohol, cetearyl alcohol, hexyl decanol, stearyl. Oleh karena itu, keberadaan “X alkohol” pada bagian ingredien ngga perlu membuat gamang dalam memilih produk. Sebaliknya, konsumen harus waspada terhadap alkohol sangat spesifik.

Tipe Alkohol dalam Skincare

Seringkali alkohol dalam skincare digeneralisir menjadi baik dan buruk. Pengkategorian ini justru menjadikannya masalah tersendiri. Setidaknya ada 3 jenis alkohol yang biasa ditemui pada produk skincare.

Alkohol sederhana

Alkohol sederhana diantaranya metanol, etanol, propanol dan alkohol terdenaturasi. Alkohol jenis ini utamanya digunakan dalam skincare karena sifat antibakterinya. Alkohol sederhana juga digunakan sebagai pelarut untuk bahan lain dalam formulasi produk.

Meskipun alkohol bisa membuat kulit kering pada penggunaan individu dan konsentrasi cukup besar, bila dikombinasikan dengan bahan dan rasio yang tepat ngga berdampak negatif. Justru bisa mendukung kesuksesan ingredient delivery.

alkohol pada produk kecantikan
Foto: Pexels.com

Fatty alcohols

Setearil alkohol, setil alkohol, dan isostearil alkohol adalah contoh fatty alcohols paling umum dijumpai pada skin care. Berbeda dari alkohol sederhana, fatty alcohols memiliki karakteristik emolien dan oklusif. Sehingga, dapat membantu menjaga kulit tetap terhidrasi.

Alkohol aromatik

Produk perawatan kulit yang mengandung wewangian bisa jadi menggunakan alkohol aromatik seperti benzil alkohol atau komponen konsentrasi minyak esensial. Alkohol aromatik bisa menyebabkan iritasi atau kekeringan, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Nah, untuk menghindari alkohol jenis ini, pilihlah produk bebas pewangi.

Efek Buruk Konsentrasi Alkohol Tinggi pada Kulit

Alkohol yang paling banyak digunakan dalam kosmetik memang identik dengan yang ada di minuman beralkohol. Alkohol terdenaturasi terdaftar sebagai alkohol denat., alkohol SD (40), etanol yang masuk dalam kategori alkohol sederhana. Masalah utama dengan alkohol terdenaturasi adalah ancaman merusak lapisan permukaan kulit dan “menghilangkan minyak” – efek ini disukai ketika awal pemakaian oleh pemilik kulit berminyak, tetapi alkohol terdenaturasi bisa juga meningkatkan produksi minyak sehingga justru memperburuk kondisi kulit.

Artikel pada Journal of Infection tahun 2003 menyebutkan  “…..alkohol antiseptik mampu melarutkan lipid stratum korneum dan merusak skin barrier. Jika tidak dibilas secara tepat alkohol ini dapat menguap dan minyak tetap menempel di kulit. Skin barrier yang sudah rusak tidak akan kembali seperti semula dan tidak akan lagi memiliki fungsi sealing yang sama”.

Rekomendasi Dermatologis

Terlepas dari efek alkohol yang mungkin detrimental pada kulit, berbagai brand termasuk high end make up tetap memilih penggunaan alkohol pada produknya. Dermatologis menyatakan alkohol bermanfaat bila digunakan untuk treatment yang tepat seperti etanol untuk toner dan gel moisturizer.

Meski demikian, pemilik kulit sensitif lebih baik menggunakan produk water based. National Rosacea Society juga menghimbau waspada pada alkohol astringen, metanol dan benzil alkohol, karena potensi menyebabkan peningkatan kekeringan dan iritasi pada pemilik kulit sensitif.

Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai alkohol pada produk kecantikan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Dermotopia. 2019. Alcohol in Skincare Products. http://www.dermotopia.com/alcohol-in-skincare/. Diakses 14 Juni 2022.

Kownatzki, E. Hand hygiene and skin health. Journal of Hospital Infection. 55 (4) : 239-245.

Metrus, L. 2021. Is Alcohol in Skincare Bad? We Asked Dermatolgists. https://www.byrdie.com/alcohol-in-skincare. Diakses 14 Juni 2022.

National Rosacea Society. 2019. Separating good and bad alcohol in skincare products. https://www.rosacea.org/blog/2019/march/separating-good-bad-alcohol-rosacea-skincare. Diakses 14 Juni 2022.

Skinbetter Science. 2017. The truth about alcohol in skincare. https://skinbetter.com/alcohol-skincare/. Diakses 14 Juni 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.