Kata stunting mungkin sudah ngga asing lagi bagi Sahabat Sehat. Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan zat gizi dalam waktu lama, yang menyebabkan tinggi anak ngga sesuai dengan usianya.
Tapi, stunting belum tentu sama loh dengan pendek. Ingin tahu apa bedanya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Beda Stunting dan Pendek
Anak stunting memang memiliki tubuh pendek, tapi belum tentu semua anak dengan tubuh pendek merupakan akibat dari stunting. Ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam mengategorikan seorang anak mengalami stunting. Misalnya anak lebih mudah menderita penyakit dan mengalami penurunan kemampuan kognitif. Meskipun terlihat sama, kedua kondisi ini memiliki penyebab yang berbeda.
Penyebab Stunting
Hingga saat ini, stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia dan telah menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Seperti yang telah dibahas di awal, faktor utama yang memicu terjadinya stunting pada anak, yaitu asupan makan yang ngga mencukupi kebutuhan dalam waktu lama, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masih dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Asupan gizi yang kurang tersebut bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Asupan gizi ngga menjadi faktor tunggal penyebab seorang anak menderita stunting ya, Sahabat Sehat! Sanitasi memiliki peran penting terhadap kejadian stunting pada anak. Kualitas sanitasi dan kebersihan yang rendah bisa memicu terjadinya penyakit gangguan saluran cerna. Jika anak sering mengalami infeksi ini, akan timbul masalah gizi lainnya, termasuk stunting karena asupan gizi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan teralihkan fungsi sebagai perlawanan tubuh melawan infeksi. Selain itu, kurangnya pengetahuan orang tua terhadap pola asuh dan pemenuhan gizi anak juga berpengaruh, loh!

Penyebab Anak Pendek
Sementara itu, anak pendek bisanya disebabkan oleh faktor genetik. Anak yang bertubuh pendek biasanya lahir dari orang tua yang pendek juga. Faktor lain yang menyebabkan anak bertubuh pendek ini, yaitu karena keterlambatan pertumbuhan dan beberapa kondisi medis tertentu, seperti kelainan hormon. Anak bertubuh pendek bisa saja mengalami lonjakan pertumbuhan ketika memasuki fase remaja.
Bagaimana Mengatasinya?
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, stunting dan pendek merupakan kondisi kesehatan yang berbeda, jadi cara penanganannya juga berbeda. Stunting bisa dicegah dan diatasi dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI ekslusif dan MP-ASI yang tepat, meningkatkan pengetahuan gizi ibu, serta yang ngga kalah penting, yaitu dengan memastikan status gizi calon ibu baik dan ngga menderita anemia. Hal ini bisa dicegah dengan memberikan tablet tambah darah sejak masih remaja. Sedangkan pada anak pendek dapat diatasi dengan konsumsi makanan dengan gizi seimbang, olahraga yang cukup, dan terapi hormon pertumbuhan jika diperlukan.
Jadi, Sahabat Sehat sudah tahu kan perbedaan stunting dan pendek? Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
