Apakah Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi?

Teman Sehat, bertepatan dengan momen Idul Adha pasti ada kabar kurang baik tentang daging kambing yang bisa meningkatkan risiko tekanan darah atau hipertensi. Padahal, kalau kamu cari tahu lebih dalam, ternyata daging kambing mempunyai nilai gizi yang beragam dan ngga sepenuhnya menyebabkan hipertensi, loh! Mau tahu kenapa? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Apa itu hipertensi?

Hipertensi merupakan kedaan saat tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis, karena jantung bekerja lebih keras saat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Jika dibiarkan tetap tinggi, hipertensi bisa menyebabkan gangguan  di beberapa organ tubuh, seperti jantung dan ginjal.

Kandungan gizinya

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Pairie View A&M University, menyatakan bahwa daging kambing mempunyai kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis daging seperti daging sapi, babi atau domba. Daging kambing juga memiliki kandungan mineral seperti zat besi dan kalium. Kandungan protein daging ini juga tergolong tinggi, ngga kalah dengan beberapa jenis daging lainya.

Daging dan hipertensi

Studi yang dilakukan di Universitas Ryukyus Jepang membuktikan anggapan masyarakat jika daging kambing menyebabkan hipertensi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan daging dengan kadar garam yang berbeda. Hasilnya adalah daging dengan kadar garam tertinggi yang meningkatkan risiko hipertensi.

Studi lain yang dilakukan oleh Afid M.D dan Nurmasitoh juga membuktikan bahwa setelah mengonsumsi daging kambing yang diolah menjadi sate, bisa meningkatkan tekanan darah namun masih dalam tahap yang wajar.

Cara masak yang kurang tepat

Daging kambing merupakan makanan yang baik bagi tubuh, tapi bisa jadi berbahya saat kamu salah mengolahnya. Biasanya di Indonesia daging kambing diolah dengan cara digoreng, dipanggang, ataupun dibakar.

Daging yang diolah dengan cara digoreng, dibakar ataupun dipanggang bisa meningkatkan kalori karena menggunakan minyak maupun margarin saat mengolahnya. Jika asupan kalori dalam tubuh berlebih maka tubuh akan mengubahnya menjadi lemak. Nah, lemak inilah yang bisa menyebabkan penumpukan di pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan dinding pembuluh darah.

Penggunaan bumbu

Selain cara pengolahan, penggunaan bumbu atau bahan tambahan pangan seperti kecap, garam dan penguat rasa (MSG) juga berisiko meningkatkan tekanan darah, loh karena kandungan zat natrium yang tinggi. Penggunaan santan pada proses pengolahan juga berpotensi meningkatkan kadar lemak jenuh.

Nah, bagi kamu pecinta kuliner daging kambing ngga perlu kuatir. Asalkan teknik mengolahnya dan penggunaan bahan tambahannya diminimalisir, gunakan secukupnya karena sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. So, sudah siap mengonsumsi daging hari ini? Jangan lupa like, share dan komen ya, jika artikel ini bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *