Asap Cair, Alternatif untuk Pengasapan Makanan

Hallo Sahabat Sehat! Apakah kamu tau ada asap cair? Sebenarnya asap itu berbentuk cair atau padat karena ukurannya yang kecil, sehingga tampak seperti gas. Apakah itu berbahaya untuk membuat ikan dan daging asap? Lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

asap cair
Foto: Freepik.com

Apa itu asap cair?

Asap cair adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari penguraian panas atau disebut pirolis dan berkondensasi pada sistem pendingin. Asap cair terbuat dari kayu atau serbuk kayu yang dipanaskan dengan suhu tertentu hingga menghasilkan asap. Nantinya asap tersebut mengalami proses kondensasi atau pengembunan. Saat terjadi pengembunan, asap cair masih mengandung tar yang tinggi dan memiliki warna yang keruh, oleh karena itu perlu dilakukan proses lanjutan berupa destilasi atau penyulingan secara berulang.

Komposisi asap cair

Komposisi asap cair tergantung pada kayu ataupun bahan yang digunakan. Asap cair biasanya terbuat dari tempurung kelapa, batang kelapa, kayu jati, lamtorogung, mahoni, kamper, bangkirai, dan keruing.

Pada umumnya komposisi asap cair terdiri dari asam (sebagai asam asetat) antara 4,27–11,30%, senyawa fenolat (sebagai fenol) 2,10–5,13% dan senyawa karbonil (sebagai aseton) 8,56–15,23%. Senyawa fenolat dan senyawa asam dapat bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri (antibakteri), sehingga produk yang diasapkan akan lebih tahan lama disimpan. Juga sebagai antioksidan, serta pemberi rasa dan pemberi warna pada produk.

Amankah asap cair digunakan?

Produk yang asapkan menggunakan asap cair, aman untuk kesehatan karena tidak mengandung PAH (Polisiklik Aromatik Hidrokarbon), senyawa kontaminasi yang terbentuk dari proses pemasakan dengan suhu tinggi. Menurut WHO, senyawa PAH hanya boleh terkandung dalam makanan 1 ppb (part per bilion) tidak lebih.

keunggulan asap cair
Foto: Freepik.com

Saat ini juga sudah tersedia asap cair food grade yang aman digunakan pada makanan, misalnya untuk mengasapkan daging dan ikan. Pengaplikasiannya bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan pencelupan atau perendaman, penyemprotan, pencampuran, dan pencampuran asap cair dengan air rebusan.

Kelebihan menggunakan asap cair

Kelebihan bila menggunakan asap cair, yaitu bisa diaplikasikan dengan cepat dan mudah, dapat mengeliminasi senyawa karsinogenik yang ditimbulkannya proses pemanasan, serta dapat digunakan berulang. Konsentrasi asap cair juga bisa disesuaikan dengan yang dikehendaki dan menghasilkan flavor dan warna yang yang seragam. Bukan hanya itu, ketika menggunakan asap cair, senyawa penting yang bersifat volatil juga bisa dikendalikan.

Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan asap cair ini bisa menjadi solusi dalam melakukan pengasapan. Sahabat Sehat tertarik ngga buat mencoba produk yang diasapkan dengan asap cair?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Ayudiarti, D. L., & Sari, R. N. (2010). Asap cair dan aplikasinya pada produk perikanan. https://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/squalen-bulletin/index.php/squalen/article/download/53/33. Diakses 4 April 2023.

Salamah, S., & Jamilatun, S. (2017). Pemanfaatan asap cair food grade yang dimurnikan dengan arang aktif sebagai pengawet ikan nila. http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/eksergi/article/view/2027/0. Diakses 4 April 2023.

Suhendi, E. (2012). Identifikasi komponen kimia asap cair tempurung kelapa dari wilayah Anyer Banten. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jav/article/view/619. Diakses 5 April 2023.

Sundari, T. (2009). Potensi asap cair tempurung kelapa sebagai alternatif pengganti hidrogen peroksida (H2O2) dalam pengawetan ikan tongkol (Euthynnus affinis). https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/9805/Potensi-asap-cair-tempurung-kelapa-sebagai-alternatif-pengganti-hidrogen-peroksida-H2O2-dalam-pengawetan-ikan-tongkol-Euthynnus-affinis. Diakses 5 April 2023.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.