Benarkah Pangan dan Suplemen Meningkatkan Sistem Imun?

Halo, Teman Sehat! Saat ini kamu sedang berada dalam masa kenormalan baru atau new normal. Pada masa ini, kamu tetap bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala dengan menerapkan protokol kesehatan. Walaupun begitu, bukan berarti virus corona ini sudah hilang, ya! So, kamu perlu sumber pertahanan tubuh, untuk meningkatkan sistem imun. Nah, bagaimana penjelasannya? Yuk, simak!

Benarkah pangan sebagai sumber sistem imun?

Pangan merupakan salah satu sumber kebutuhan dasar seseorang untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dalam tubuh. Konsumsi makanan bergizi sangat penting untuk membentuk sistem imun tubuh. Zat gizi dalam pangan sangat beragam, yaitu berupa zat gizi makro, mikro dan fitokimia.

Zat gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan air. Menurut penjelasan Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, dalam webinar NIACIN (Nutrition Seminar and Charity for Children) 2020 dengan tema “Boost Your Immune System By Improving Diet and Micronutrient Status”, diantara zat gizi makro tersebut, protein merupakan komponen utama untuk membangun sel-sel imun.

Protein juga mengandung zat gizi mikro seperti vitamin A, vitamin E, zink, dan zat besi. Vitamin A berfungsi sebagai pelindung terhadap berbagai infeksi, vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang bisa menetralkan radikal bebas. Lalu mineral zink berfungsi dalam membantu sistem kekebalan tubuh dan zat besi bisa memengaruhi aktivitas enzim antioksidan.

Bagaimana dengan zat gizi mikro?

Zat gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral yang banyak bersumber dari sayur dan buah, dalam sayur dan buah ini terdapat zat gizi berupa vitamin C, E, beta karoten, prebiotik, dan probiotik. Vitamin C berfungsi untuk melindungi sel-sel imunitas dari serangan zat radikal bebas.

Beta-karoten merupakan pro vitamin A yang berperan dalam memelihara sel epitel. Lalu ada prebiotik merupakan sumber makanan untuk bakteri baik yang berfungsi menjaga kesehatan pencernaan untuk kesehatan tubuh. Sedangkan probiotik merupakan bakteri baik yang biasanya ditemukan pada sumber pangan yang difermentasikan.

Lalu, zat fitokimia yang ngga tergolong ke dalam zat gizi tapi sangat penting untuk sistem imun. Zat ini banyak ditemukan dalam rempah-rempah dan biasanya diolah sebagai jamu-jamuan.

Lalu bagaimana dengan suplemen?

Suplemen bisa dikonsumsi bergantung pada subjek mengonsumsinya, karena dari asupan makanan pun, zat gizi mikro di dalam tubuh bisa tercukupi. Contohnya, untuk memenuhi kecukupan vitamin A sekitar 600-650 RE (AKG 2019) bisa kamu peroleh dengan mengonsumsi wortel yang mengandung 1800 RE/100 g . Nah, hal ini bisa memenuhi kebutuahan vitamin A dalam tubuh.

Namun kamu ngga perlu khawatir, jika zat gizi di dalam bahan pangan melebihi dari angka kecukupan gizi, ngga akan menimbulkan keracunan. Selain itu, bukan cuma vitamin A saja, tapi juga mendapatkan zat-zat gizi lainnya sehingga lebih beragam.

Untuk mendapatkan beragam zat gizi dengan porsi yang sesuai, kamu bisa menyesuaikannya dengan panduan isi piringku. Tapi, jika kamu hanya mengonsumsi kelompok pangan tertentu, dalam keadaan yang kurang sehat dan termasuk kelompok rentan, kemungkinan dibutuhkan.

Jadi, suplemen dibutuhkan?

Suplemen merupakan produk yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, bukan sebagai pengganti makanan. Menurut penjelasan Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes, dalam webinar NIACIN 2020, prinsip penggunaan suplemen harus memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu yaitu keseimbangan energi, asupan zat gizi mikro, zat gizi makro, dan nutrient timing.

Apabila hal-hal ini ngga bisa terpenuhi, maka asupan suplemen bisa ditambahkan. Selain itu, asupannya diperlukan jika kamu mengalami kekurangan (defisiensi) zat gizi. Apabila hal ini ngga terjadi, kamu bisa melakukan pengaturan makanan dengan baik.

Nah, Teman Sehat sekarang sudah tahu kan kapan ketika asupan suplemen harus dibutuhkan? Jadi, utamakanlah mengonsumsi makanan beragam terlebih dahulu. Jika asupan makanan ngga bisa memenuhinya, maka asupan suplemen bisa ditambahkan. YUk, tetap jaga sistem imun kamu di masa new normal!

Penulis: Nira Delina – Panitia NIACIN 2020

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *