Boleh ngga Ya, Ibu Hamil Mengonsumsi Daging Kambing?

Halo, Teman Sehat! Masih dalam suasana Idul Adha nih, buat kamu penikmat daging sapi atau kambing, pasti ngga akan ngelewatiun menu makanan ini, sepertri sate, tongseng, gulai bahkan rendang. Mungkin ada beberapa dari kalian yang ngga suka daging kambing, tapi ngga ada salahnya loh, buat mecobanya. Walaupun katanya daging kambing bisa meningkatkan risiko darah tinggi, apalagi buat ibu hamil yang mengonsumsinya. Tapi, bener ngga ya? Mau tau jawabannya? Let’s check it out!

Kandungan zat gizi daging kambing

Kamu tau ngga, ternyata kandungan zat gizi daging kambing ngga kalah loh sama daging sapi, domba, dan ayam. Menurut USDA Nutrient Database for Standard Reference, jumlah kalori daging kambing (122 Kal) lebih rendah dari daging ayam (162 Kal), daging sapi (179 Kal), dan daging domba (175).

 

Selain itu kandungan lemak jenuhnya (lemak jahat) juga lebih rendah (0,79 g) dari daging sapi (3,0 g), daging domba (2,9), dan daging ayam (1,7 g). Jika kandungan lemak jahatnya rendah, maka akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular (berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah). Kandungan zat gizi lainnya yaitu kaya akan vitamin B (B1 dan B2) dan mineral (fosfor dan magnesium).

Tapi kenapa ya, daging kambing dihubungkan dengan darah tinggi?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Malaysia dan Jepang, keduanya menyatakan kalau konsumsi daging kambing bukan penyebab meningkatnya risiko tekanan darah tinggi dan meningkatkan jumlah kolesterol. Tapi, menurut Sunagawa dalam penelitiannya, jika mengonsumsi daging kambing yang disiapkan dengan bumbu yang mengandung garam tinggi, akan meningkatkan tekanan darah pada tubuh manusia dan hewan percobaan.

Lalu, bagaimana dengan ibu hamil?

Ternyata ada mitos yang mengatakan, kalau ibu hamil ngga boleh mengonsumsi daging kambing. Kenapa ya? Hal ini dikarenakan jika ibu hamil yang mengonsumsi daging ini berlebihan, maka akan berisiko meningkatkan tekanan darah pada tubuh. Kandungan kolesterol dalam daging kambing, bisa memengaruhi metabolisme asam urat.

Tekanan darah ibu hamil, ngga boleh terlalu tinggi, loh! Hal ini dikarenakan akan memiliki risiko yang tinggi saat melahirkan nanti. Tapi, jika ibu hamil ngga memiliki riwayat tekanan darah tinggi, boleh mengonsumsi daging kambing, asalkan ngga berlebihan.

Sebenarnya, ibu hamil diperbolehkan untuk mengonsumsi daging sebagai asupan sumber protein tetapi disesuaikan jumlahnya. Seperti anjuran Kemenkes RI yaitu 2,5 potong untuk trisemester I-III (1 potong = 35 g). Asupan protein dibutuhkan selama kehamilan, untuk mendukung pertumbuhan bayi dan meningkatkan pembentukan jaringan pada ibu hamil.

Lakukan ini ya, bu!

Buat Ibu Hamil, ternyata ngga cuma harus memenuhi kebutuhan protein aja, loh. Tapi juga zat gizi lain seperti kalsium, asam folat, zat besi, zink dan iodin. Zat gizi mikro ini, walaupun sedikit dibutuhkan di dalam tubuh, tapi sangat berpengaruh loh kalau ngga tercukupi. Seperti kalsium, selama kehamilan trisemester III, kamu harus banyak mengonsumsi kalsium untuk pertumbuhan tulang si kecil.

Rekomendasi kebutuhan kalsium untuk ibu hamil dan menyusui adalah 1000 mg/hari yang bisa dipenuhi dengan mengonsumsi segelas susu (250 ml), satu cup yoghurt (200 g) atau 2 lembar keju (40 g) yang disajikan 3-4 kali dalam satu hari. Untuk zat gizi mikro yang lain, kamu bisa penuhi dengan mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan makanan tinggi serta lainnya.

Yuk, tetap sehat selama hamil dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Kamu boleh, makan daging kambing tapi, tetap ada batasannya. Ingat ya, bumil, jangan hanya melipat gandakan porsi makanan kamu saja, tapi tetap perhatikan kandungan zat gizi yang dibutuhkan untuk ibu dan si kecil.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *