Brain Food bisa Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak, loh!

Pernahkah kamu mendengar brain food atau makanan untuk otak? Yap, makanan ini ternyata memengaruhi perkembangan kognitif si kecil, loh! Kemampuan ini, termasuk kemampuan berpikir dan memperoleh informasi dari lingkungan sekitar. Hal ini menjadi penting karena memengaruhi kemampuan fisik dan mental. Lalu, apa saja ya, yang termasuk brain food? Yuk, simak!

1. Minyak ikan

Seperti yang kamu tahu, lemak pada ikan kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang baik bagi pembentukan sel tubuh, termasuk sel otak. 60% dari otak kamu terdiri dari lemak dan hampir setengahnya terbentuk dari asam lemak omega-3. Konsumsi makanan yang mengandung zat ini, bisa meningkatkan struktur dan produksi sel saraf pada otak atau neuron.

Ikan Salmon, Ikan, Makanan, Di Atas Es, Panggang, Bbq

Sebuah studi menunjukkan bahwa adanya hubungan positif mengonsumsi zat gizi omega-3 dengan peningkatan kemapuan kognitif seseorang. Salmon, makarel, teri dan tuna merupakan contoh ikan yang memiliki banyak kandungan zat ini. Ngga cuma ikan, loh yang punya kandungan zat gizi ini, beberapa jenis kacang-kacangan seperti kenari dan kedelai juga memiliki kandungan yang cukup tinggi.

2. Kunyit

Kandungan zat aktif pada kunyit, yaitu kurkumin telah terbukti memiliki banyak manfaat untuk perkembangan otak. Kurkumin berperan sebagai zat antioksidan dan anti-inflammatory (peradangan) yang mampu memperbaiki kerusakan memori dan pertumbuhan sel otak.

Kunyit, Neem, Piala, Kertas Dinding, Cantik, Foto

Ngga cuma membantu perkembangan kognitif, mengonsumsi kunyit juga bisa mengurangi risiko terkena Alzheimer dan tumor pada otak, loh! Selain itu, kurkumin juga bisa meningkatkan aktifitas hormon serotonin yang berperan mengatur mood, sehingga bisa mencegah terjadinya depresi.

3. Brokoli

Selain kaya akan vitamin K untuk mempertahankan daya ingat, brokoli juga memiliki kandungan zat glukosinolat, loh! Zat ini mampu mengurangi risiko terjadinya penurunan fungsi otak.

Selain itu, zat ini juga menjadi pelindung dan mencegah terjadinya pengurangan jumlah neuron (sel-sel syaraf) dalam otak yang bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit neurodegeneratif. Bukan hanya brokoli, sayuran seperti sawi, kol, bok choy, dan lobak juga memiliki kandungan glukosianolat, loh!

4. Dark chocolate

Dark chocolate mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid dan zat zntioksidan lainnya yang mampu meningkantkan kinerja otak. Zat ini, bisa meningkatkan aliran darah dan kecepatan transfer sinyal saraf ke otak.

Close-Up Photo Of Almonds Beside Cloth

Nah, dengan begitu kemampuan dalam proses mengingat dan belajar anak akan  lebih baik. Cokelat juga bisa meningkatkan suasana hati menjadi lebih positif, sehingga mencegah terjadinya stres selama proses belajar, loh!

5. Hal lainnya

Ternyata bukan cuma makanan aja, loh yang memengaruhinya. Dalam salah satu penelitiannya, Michelle Plougman telah membuktikan bahwa berolah raga dan melakukan kegiatan fisik ringan dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan akademik anak.

Bermain games juga ngga selamanya buruk, kok! Buktinya seoang penulis terkenal, Paul Fleisher menjelaskan bahwa permainan kata, agka, puzzle, dan catur terbukti bisa meningkatkan kemampuan berpikir, melalui bukunya yang berjudul Brain Food: Games That Make Kids Think.

Yap! Ternyata banyak, ya cara meningkatkan kemampuan kognitif anak? Jangan lupa kemampuan ini bukan sekedar kemampuan akademis loh, tapi juga untuk kesehatan mentalnya. So, jangan lupa share, like dan komen artikel ini jika bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *