Eksfoliasi Wajah, Pilih Physical atau Chemical?

Wajah terasa kering, kusam, dan berjerawat meski sudah pakai skincare yang sesuai? Bisa jadi itu disebabkan oleh penumpukan sel-sel kulit mati yang ngga pernah dibersihkan, loh Sahabat Sehat! Jika dibiarkan tentunya akan semakin menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat mengganggu rasa percaya diri. Penyebab dari menumpuknya sel kulit mati disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya karena jarang melakukan eksfoliasi wajah.

Pentingnya eksfoliasi wajah

Salah satu cara yang disebut paling ampuh untuk mengangkat sel kulit mati pada wajah, yaitu dengan melakukan eksfoliasi secara rutin. Kulit merupakan bagian tubuh terluar yang sering terpapar debu dan kotoran, sehingga perlu untuk selalu dirawat.

cara eksfoliasi wajah
Foto: Freepik.com

Eksfoliasi sendiri merupakan proses peluruhan sel kulit mati. Selain berfungsi utnuk mengangkat sel kulit mati, eksfoliasi wajah juga bisa membantu membersihkan kotoran yang tertinggal di pori-pori serta menyerap minyak berlebih apabila dilakukan secara rutin. Meskipun bertujuan untuk membersihkan kulit, proses ini kerap kali menjadi pemicu timbulnya permasalahan, seperti komedo dan jerawat.

Idealnya, wajah memerlukan setidaknya dua hingga tiga kali eksfoliasi setiap minggu. Bagi pemula, disarankan untuk melakukan eksfoliasi wajah hanya sekali seminggu sebagai bentuk penyesuaian.

Physical exfoliation vs Chemical exfoliation

Ngga sedikit orang yang sering keliru ketika memilih jenis eksfoliator. Akibatnya, wajah malah menjadi tambah bermasalah. Tentunya Sahabat Sehat ngga mau kalau hal ini terjadi kan?

Secara umum, ada dua jenis metode eksfoliasi wajah, yaitu physical exfoliation dan chemical exfoliation. Keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam perannya untuk mengangkat sel kulit mati.

Physical exfoliation merupakan metode eksfoliasi bersifat harsh yang dilakukan dengan cara menggosok permukaan wajah. Produk physical exfoliator biasanya mengandung butiran seperti pasir yang lebih dikenal dengan nama scrub. Bahan-bahan yang digunakan pun cenderung sederhana, seperti gula, biji aprikot, dan kopi.

jenis eksfoliasi wajah
Foto: Freepik.com

Jadi pilih yang mana?

Meskipun bahan yang digunakan tergolong aman, eksfoliasi dengan metode ini bisa menyebabkan iritasi ringan karena bertekstur kasar, jadi ngga disarankan buat kamu yang punya kulit sensitif.

Sedangkan chemical exfoliation merupakan soft treatment yang bisa mempercepat proses regenerasi kulit dari dalam. Eksfoliasi jenis ini memanfaatkan bahan aktif seperti alpha hydroxy acids (AHA), beta hydroxy acids (BHA), atau polyhydroxy acid (PHA) yang umumnya terkemas dalam bentuk toner atau krim. Cara eksfoliasi ini bisa dikatakan cocok untuk semua jenis kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif dan acne prone.

Jika kamu ingin hasil yang lebih cepat terlihat, physical exfoliation menjadi pilihan yang tepat meskipun harus diiringi konsekuensi kemungkinan adanya iritasi. Tapi jika menginginkan hasil yang lebih permanen, chemical exfoliation merupkan opsi yang bisa diambil. Ini dikarenakan chemical exfoliation bersifat memberikan perawatan dari dalam.

Sahabat Sehat, itulah beberapa hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk menentukan jenus eksfoliasi yang akan digunakan. Perlu diperhatikan pula kesesuaian ingredien dengan kebutuhan dan jenis kulit untuk menghindari hal-hal yang ngga diinginkan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Purnata, Lyviana Patrishia. 2019. Pentingnya Pemilihan Eksfoliator dalam Mengangkat Sel Kulit Mati pada Wajah. INA-Rxiv.

Soon, Amanda. 2021. Efoliating – Is It Really Necessary? https://zovebeauty.com.au/blogs/beauty-blog/exfoliating-is-it-really-necessary dilansir pada 30 November 2021.

Cobb, Cynthia. 2020. How to Remove Dead Skin from the Face. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327394 dilansir pada 30 November 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.