Hari Anak Sedunia: Birukan Harimu!

Halo, Teman Sehat! Kamu tau ngga, hari ini diperingati sebagai apa? Yap, Hari Anak sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November. Peringatan ini dipelopori oleh UNICEF (United Nation Children’s Fund), sejak tahun 1954.

Pesan yang ingin dibawa oleh UNICEF yaitu meningkatan kesejahteraan dan kesadaran terhadap hak anak-anak di dunia. Walaupun perayaan Hari Anak Sedunia dilakukan dengan santai dan menyenangkan, tapi tetap ada pesan penting yang tersampaikan disetiap perayaannya. Lalu, tema yang diambil UNICEF tahun ini apa ya? Mau tau? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Make your world ‘Blue’!

Yap, tema yang diambil tahun ini yaitu, ‘Children are taking over and turning blue’. Kenapa biru? Yap, menurut Millie Bobbie Brown, salah satu public figure yang tergabung dalam kampanye tahun ini, menyatakan bahwa makna dari kata ‘biru’ berarti semua harapan yang menjadi tujuan peringatan hari ini, seperti hak terhadap pendidikan, mendapatkan keamanan, dan mendapatkan wadah untuk memaksimalkan potensi mereka di seluruh dunia bisa terpenuhi.

Kegiatan yang dilakukan UNICEF dan negara-negara  di seluruh dunia dalam meramaikan peringatan hari ini yaitu, menggunakan atribut berwarna biru di sekolah dan tempat perayaan lainnya, melakukan aktivitas terkait aktivitas anak-anak dan melakukan edukasi terkait hak yang harus dipenuhi anak-anak di dunia.

‘Wajah’ pendidikan anak-anak

Kamu tau ngga, ternyata masih banyak anak-anak di dunia yang belum terpenuhi loh, hak pendidikannya! Salah satu penyebabnya adalah status ekonomi suatu negara (tingkat kemiskinan). Hak mereka untuk bersekolah mulai dari jenjang dasar (SD) sampai menengah ke atas (SMA) jadi terganggu, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan data dari Kemendikbud pada tahun 2016-2017, jumlah siswa yang melalui pendidikan dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK semakin menurun seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikannya. Jumlah siswa putus sekolah yang paling tinggi, terjadi pada peralihan jenjang SD ke SMP sebesar 21,92%.

Sedangkan jumlah siswa yang putus ditengah jalan yang paling tinggi, terdapat pada jenjang SMA (0,84%) dan SMK (1,68%). Belum meratanya pendidikan di Indonesia, menjadikan anak-anak Indonesia belum menerima hak pendidikan sepenuhnya.

Masalah kekerasan yang masih terjadi

Masih ingatkah kamu dengan kasus kekerasan yang dilakukan orang tua kepada anak kandungnya sendiri? Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan, salah satu faktor utaman terjadinya kekerasan adalah masalah ekonomi dan sosial (perilaku) yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jumlah kekerasan tertinggi pada tahun 2016 yang terjadi pada anak yaitu, seksual (35%), fisik (28%), dan psikis (23%). Prevalensi korban tertinggi pada ketiga kasus tersebut, terjadi pada perempuan dengan Usia terbanyak pada jenjang menengah (SMP/SLTA).

Kamu perlu tahu, ternyata kekerasan ini ngga cuma terjadi di lingkungan keluarga, tapi banyak juga terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini perlu ditindak lanjuti, karena kekerasan yang diterima si kecil akan berdampak pada proses tumbuh kembangnya.

Nah, itulah beberapa masalah yang terkait dengan hak anak-anak yang masih harus dipenuhi. Masih banyak tugas yang harus kamu dan pemerintah lakukan untuk memenuhi hak-hak anak di dunia.

Yuk, buat mereka tersenyum dengan memenuhi hak mereka dalam pendidikan, keamanan dan menyalurkan potensi mereka. Teman Sehat, kalau kamu mau ikut merayakan Hari Anak Sedunia, kamu bisa kunjungi link ini ya! Yuk, birukan hari mu dan share pengalaman hari ini di kolom ya!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *