Hati-hati! Inilah 4 Tanda Seseorang Akan Bunuh Diri

Hari ini, dunia dikejutkan dengan peristiwa meninggalnya Chester Bennington, vokalis Linkin Park pada usia 41 tahun akibat bunuh diri. Ini bukanlah kali pertama dunia bersedih akibat selebriti Hollywood memutuskan buat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Bukan cuma dilakukan oleh selebriti, data World Health Organization menyebutkan bahwa hampir 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Peristiwa ini terjadi pada seluruh kelompok umur dan merupakan penyebab kematian kedua pada usia 15-29 tahun di dunia.

Kenapa seseorang memutuskan buat bunuh diri?

Bunuh diri ngga terjadi karena penyebab tunggal. Hal ini sering terjadi ketika beban stres melebihi kemampuan seseorang untuk mengatasinya akibat kondisi mental tertentu.

Kondisi seperti depresi, kegelisahan, dan penyalahgunaan obat-obatan, terutama ketika ngga terdeteksi atau teratasi dengan baik, sangat berhubungan dengan peningkatan risiko peristiwa menyedihkan ini.

Beberapa hal yang bisa ‘memicu’ seseorang buat mengakhiri hidupnya

1. Faktor kesehatan

  • Kondisi kesehatan mental
    • Depresi
    • Skizofrenia
    • Gelisah terus-menerus
    • Psychotic disorder, yaitu gangguan mental yang berat sehingga bisa menyebabkan cara berpikir yang abnormal
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Kondisi kesehatan atau sakit yang serius dan kronis

2. Faktor lingkungan

  • Peristiwa hidup yang membuat stres, seperti kematian seseorang yang dicintai, perceraian, atau kehilangan pekerjaan
  • Stres yang terjadi secara berkepanjangan, seperti kekerasan, bullying, masalah hubungan, dan pengangguran
  • Adanya akses ke senjata api dan obat-obatan terlarang
  • Adanya paparan peristiwa bunuh diri orang lain, seperti di akun atau website bunuh diri

3. Faktor riwayat masa lalu

  • Adanya percobaan bunuh diri
  • Riwayat percobaan bunuh diri dalam keluarga

Tanda-tanda bunuh diri

Menurut American Foundation for Suicide Prevention dan Suicide Line, seseorang mungkin akan mengakhiri hidupnya ketika terjadi perubahan perilaku dari yang biasa dilakukannya atau terdapat perilaku baru.

1. Perubahan fisik

  • Kenaikan atau penurunan berat badan
  • Kurangnya energi, tampak lelah
  • Kurang memperhatikan kebersihan diri atau penampilan
  • Adanya perubahan kebiasaan makan secara drastis, seperti kehilangan selera makan atau malah punya selera makan yang tiba-tiba tinggi
  • Perubahan pola tidur, menjadi terlalu banyak atau sedikit jam tidurnya

2. Topik pembicaraan

  • Menjadi beban buat orang lain
  • Merasa terjebak
  • Mengalami luka dan penderitaan yang ngga bisa diatasi
  • Ngga punya alasan buat hidup
  • Ide buat bunuh diri

3. Perilaku

  • Peningkatan penggunaan alkohol dan obat-obatan
  • Mencari cara buat bunuh diri
  • Bertindak gegabah
  • Mengasingkan diri dari keluarga dan teman-teman
  • Mengunjungi atau menelepon kerabat dan teman-teman untuk mengucapkan selamat tinggal
  • Memberikan barang-barang miliknya
  • Bertindak lebih agresif

4. Mood

  • Depresi
  • Putus asa
  • Kehilangan ketertarikan
  • Gelisah
  • Merasa dipermalukan
  • Mudah marah (ngga biasanya seperti ini)

Ini yang bisa kamu lakukan

Kalau ada salah satu dari teman, keluarga, atau kerabat kamu punya tanda-tanda seperti itu, maka inilah yang harus kamu lakukan menurut Suicide Awareness Voices of Education.

  1. Menanyakan apakah mereka baik-baik aja
  2. Nyatakan kecemasan dan kekhawatiran kamu
  3. Dengarkan cerita mereka dengan seksama tanpa menghakimi
  4. Refleksikan apa yang telah mereka katakan
  5. Mengingatkan bahwa mereka ngga sendiri
  6. Nyatakan bahwa ada bantuan yang bisa membantu mereka dalam menghadapi masalah
  7. Kamu juga bisa mengantarkan mereka untuk mendapatkan bantuan profesional

Yuk, lebih perhatian sama sekitar kita dan cegah peristiwa menyedihkan ini.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *