Hepatitis A pada Anak, Panik atau Waspada?

Hai, Teman Sehat! Apakah kamu tahu, penyakit hepatitis A pernah menjadi kasus KLB (Kejadian Luar Biasa)? Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Virus Hepatitis A (HAV) ini banyak terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Anak-anak menjadi sasaran yang paling mudah terinfeksi virus ini. Nah, kamu ngga perlu panik berlebihan dengan penyakit ini, tapi tetap waspada ya. Yuk, simak fakta mengenai penyakit ini!

Cara penularannya

Hepatitis A merupakan peradangan pada hati yang ditularkan melalui fecal-oral (masuknya benda, makanan, atau minuman melalui mulut yang terkontaminasi tinja penderita) dan erat kaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang ngga diterapkan dengan baik.

People, Children, Child, Happy, Kids Playing, Cute

Oleh karena itu, sebaiknya kamu melakukan PHBS secara rutin, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir untuk mengurangi risiko penularan. Pada orang dewasa, penularan penyakit ini bisa terjadi melalui kontak fisik secara langsung dengan orang yang terinfeksi, seperti hubungan seksual.

Gejala yang ditimbulkan

Fever, Fever Thermometer, Temperature, Ill, Bed Rest

Jika seseorang terinfeksi oleh HAV, maka akan muncul gejala-gejala seperti :

  • Demam
  • Malaise atau tubuh mudah letih
  • Nafsu makan hilang
  • Diare
  • Mual
  • Sakit perut
  • Sakit kuning, yaitu kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning, urin gelap, serta feses pucat

Umumnya, gejala-gejala di atas lebih sering muncul pada penderita dewasa dibandingkan anak-anak, sehingga seringkali lebih sulit mendeteksi penyakit ini pada anak-anak. Meskipun begitu, penularan tetap bisa terjadi dari anak-anak ke orang dewasa, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan.

Pencegahannya

Jika terjadi gejala-gejala hepatitis A pada anak-anak, langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Sedangkan pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan imunisasi untuk memberikan perlindungan dan menurunkan risiko infeksi virus ini.

Hygiene, Child, Hand Washing, The Purity Of The

Kamu bisa melakukan imunisasi setelah anak berusia 2 tahun dan diberikan secara berulang 6-12 bulan setelahnya. Langkah selanjutnya yaitu dengan menerapkan PHBS. Penerapan PHBS dilakukan dengan cara rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, memasak makanan hingga matang, menyimpan makanan pada suhu aman dan menggunakan air bersih dan mengalir.

Nah, Teman Sehat, itulah fakta-fakta mengenai penyakit ini yang penting untuk diketahui. Anak-anak memang lebih rentan terhadap segala jenis penyakit, termasuk hepatitis A. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan kondisi anak  secara berkala dan penerapan gaya hidup sehat di keluarga ya! Jangan lupa bagikan artikel ini, kepada orang sekitar kamu, jika bermanfaat!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *