Infeksi Cacing karena Konsumsi Daging Sapi, Kok Bisa?

Sahabat Sehat, apa kamu sudah pernah dengar tentang Taenia saginata? Betul sekali! Taenia saginata merupakan parasit yang bisa menyebabkan infeksi pada manusia. Daging sapi merupakan salah satu inang perantara parasit ini. Apabila ngga sengaja tertelan, parasit ini bisa hidup pada usus manusia dan berkembang biak. Yuk, cari tahu cara mencegah timbulnya penyakit akibat cacing ini!

Siklus Penyebaran Parasit Taenia saginata

infeksi cacing pita taenia saginata pada daging sapi
Foto: Pexels.com

Taenia saginata merupakan salah satu jenis cacing pita yang bisa menyebabkan infeksi pada sapi dan juga manusia. Cacing dewasa jenis ini mampu tumbuh hingga mencapai 25 m dengan jumlah telur berkisar 1000 sampai 2000 buah.

Sapi bisa menjadi inang perantara cacing ini sebelum masuk ke tubuh manusia. Sistiserkosis atau infeksi cacing pada sapi umumnya ngga menimbulkan gejala sehingga biasanya terabaikan dan ngga tertangani dengan baik. Transmisi parasit ini terjadi apabila daging sapi yang terkontaminasi Taenia saginata dikonsumsi dalam keadaan mentah atau kurang matang sempurna.

Pada daging sapi, parasit ini biasanya membentuk kista atau larva cacing yang berbentuk benjolan berwarna putih. Ketika ngga sengaja masuk ke dalam tubuh manusia, larva cacing bisa hidup dan menempel pada usus manusia hingga berkembang biak dengan menghasilkan telur cacing. Telur yang telah mengalami pembuahan nantinya bisa keluar bersama feses manusia dan mengkontaminasi tanah. Siklus hidup cacing ini akan terulang kembali bila embrio cacing kembali termakan oleh hewan ternak.

Gejala Infeksi Cacing Taenia saginata

Taeniasis merupakan istilah infeksi cacing pada manusia akibat Taenia saginata. Sebagian kasus taeniasis ngga menunjukkan gejala sama sekali. Tapi, pada sebagian kasus lainnya, gejala yang mungkin muncul, antara lain mual, sakit kepala, lemah, diare, konstipasi atau susah buang air besar dan penurunan nafsu makan.

Gejala tersebut bisa timbul karena terjadi iritasi usus atau akibat terbentuknya toksin yang dihasilkan oleh cacing. Selain itu, rasa gatal pada anus juga sering terjadi ketika embrio cacing ikut keluar dengan feses.

infeksi cacing pada daging sapi
Foto: Pexels.com

Upaya Pencegahan Taeniasis

Infeksi cacing ini bisa dicegah dengan memastikan daging sapi yang dikonsumsi sudah dalam keadaan baik dan ngga mengandung kista sebelum diolah. Inspeksi daging sapi pada rumah pemotongan hewan perlu dilakukan secara berkala oleh dokter hewan atau petugas berwenang untuk memastikan distribusi daging sapi yang aman dikonsumsi oleh keluarga. Daging sapi sebaiknya dimasak sampai matang dengan sempurna sebelum dikonsumsi. Sistem pengolahan limbah rumah tangga yang baik juga penting untuk mencegah kontaminasi tanah.

Sahabat Sehat, jadi sudah lebih kenal dengan Taenia saginata. Infeksi cacing ini bisa dicegah dengan menjaga higiene dan sanitasi, khususnya saat mengolah makanan berbahan dasar daging sapi. Sekarang kamu bisa menjadi lebih waspada dan selektif dalam mengkonsumsi daging sapi, bukan?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Setiyani, E. 2011. Taenia saginata. BALABA. https://www.neliti.com/id/publications/57614/taenia-saginata. Diakses pada 31 Juli 2021.

Dermauw, V., Dorny, P., Braae, U.C., Devleesschauwer, B., Robertson, L.J., Saratsis, A., & Thomas, L.F. 2018. Epidemiology of Taenia saginata taeniasis/cysticercosis: A Systematic Review of the Distribution in Southern and Eastern Africa. Parasites & Vectors. http://dx.doi.org/10.1186/s123071-018-3163-3. Diakses pada 31 Juli 2021.

Faraji, R., Nazari, N., & Negahdary, M. 2015. Prevalence of Cysticercus of Taenia saginata in Cattle Slaughtered. International Journal of Research in Medical Sciences. http://dx.doi.org/10.18203/2320-6012.ijrms20150247. Diakses pada 31 Juli 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.