Jangan Abaikan! Inilah Fakta Tentang Nyeri Haid yang Harus Kamu Ketahui

Halo Teman Sehat! Kamu sering merasakan nyeri saat haid? Yap, sebagian wanita harus menahan nyeri yang begitu hebat saat haid. Menurut kamu, apa sih yang terjadi saat nyeri itu muncul? Sebenernya, apa aja sih penyebab dan kenapa bisa buat kamu nyeri? Yuk, simak!

Apa itu nyeri haid?

Nyeri haid sering dialami perempuan usia produktif. Waspadalah.

Sebanyak 30-50% ternyata mengalami nyeri haid, loh Teman Sehat! Apa kamu termasuk salah satunya? Nyeri haid atau yang disebut juga dengan dysmenorrhea/dismenorea ini berasal dari kata Yunani kuno dys yang bermakna nyeri, sulit, ngga normal, meno yang berarti bulan, dan rrhea yang berarti arus/aliran, Teman Sehat! Secara harfiah, itu punya arti aliran haid/menstruasi yang nyeri/sulit.

Selengkapnya, nyeri haid adalah rasa/sensasi ngga enak/nyaman yang dirasakan selama haid, terutama di perut bagian bawah. Rasa ini bisa mengganggu aktivitas selama beberapa jam hingga berhari-hari dan terkadang memerlukan penanganan segera oleh dokter, Teman Sehat!

Macam-macam nyeri haid!

Nyeri haid dibagi jadi dua, yakni primer dan sekunder. Dikatakan primer apabila rasa nyerinya cukup berat sehingga membatasi aktivitas normal dan terkadang memerlukan obat, Teman Sehat! Organ pelvis ada dalam kondisi yang normal.

Nyeri bisa terasa sehari sebelum haid atau saat berlangsung haid dan berlangsung selama 24-72 jam. Biasanya, kejadian ini dijumpai pada perempuan usia kurang dari 20 tahun dan bisa berlanjut sampai dekade kelima, loh Teman Sehat!

Kalau nyeri haid sekunder adalah nyeri haid yang terasa berat dan disebabkan oleh penyakit. Nyeri ini biasanya ngga terbatas hanya saat periode haid, tapi bisa terjadi lebih lama daripada masa haid. Bahkan, rasa nyeri ini juga bisa dirasakan sebelum periode haid. Berbeda dengan nyeri haid primer, nyeri haid sekunder biasa dijumpai setelah usia 20 tahun.

Lalu, apa sih penyebab nyeri haid itu?

Ternyata, peningkatan kontraksi uterus yang distimulasi oleh prostaglandin inilah penyebab utamanya nyeri haid primer, Teman Sehat! Selain itu, hipoksia (rendahnya oksigen) terkait dengan stress oksidatif juga bisa memicu munculnya nyeri haid primer.

Nyeri haid sekunder bisa disebabkan oleh berbagai penyakit misalnya: endometriosis, penggunaan IUD (intrauterine device), kista indung telur, leiomyoma di rahim, penyakit radang pelvis, perlekatan, polip rahim, tumor jinak atau ganas (di sel-sel telur, kandung kemih, usus-saluran pencernaan), gangguan pencernaan laktose, penyakit peradangan usus, sembelit menahun, kehamilan ektopik, atau infeksi saluran kemih, Teman Sehat!

Jadi, banyak sekali ya pemicu nyeri haid. Sebagai perempuan, kamu harus aware dengan hal itu, ya Teman Sehat! Kalau kamu mulai merasakan nyeri yang lama dan teramat hebat, segera konsultasikan kepada dokter, ya Teman Sehat!

 

 

 

 

Oleh: dr. Dito Anurogo, dokter digital/online di detik.com, penulis 19 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM, CEO-Founder Srikandi Forum Indonesia dan Sahabat Literasi Indonesia

Editor & proofreader : Kurnia Dwi Juliani, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *