Halo Sahabat Sehat! Seringkali dijumpai fenomena membungkus makanan menggunakan kertas pembungkus berwarna cokelat. Sebuah studi melaporkan bahwa kertas ini mengandung senyawa beracun yang berpotensi membahayakan bagi kesehatan. Simak yuk penjelasannya!

Zat beracun dalam kertas cokelat
Kertas cokelat cukup lama menggantikan posisi daun pisang menjadi pembungkus, mulai dari gorengan hingga aneka masakan nasi lainnya. Harga murah, praktis, cepat, dan mudah didapatkan adalah ragam keuntungan yang dipertimbangkan oleh penjual dalam menggunakannya.
Melansir laman Lembaga Ilmiah dan Penelitian Indonesia (LIPI), menyebutkan bahwa kertas cokelat ini mengandung bisphenol A (BPA) yang banyak digunakan dalam pembuatan wadah makanan, baik plastik maupun kertas. BPA juga pernah dipakai sebagai pelapis kaleng makanan kemasan supaya kaleng ngga mudah berkarat.
Kurunthachalam Kannan, peneliti di New York State Department of Health Amerika Serikat, menemukan BPA digunakan dalam produk kertas thermal guna peningkatan warna tinta. BPA juga ditemui pada tiket, amplop, surat kabar, kertas pembungkus makanan, karton makanan, kartu nama, handuk kertas, dan tisu toilet. Konsentrasinya yang tinggi dideteksi dalam kertas pembungkus makanan.
Umumnya BPA dijumpai dalam kertas yang terbuat dari hasil daur ulang. Kertas pembungkus nasi ini akan menjadi lebih tahan terhadap panas adalah tujuan penggunaan BPA. Risiko kesehatan perlu dipertimbangkan selama menggunakan kertas cokelat ini.

Bahaya BPA bagi kesehatan
BPA yang masuk ke dalam tubuh bisa menirukan fungsi hormon estrogen endogen, seperti berpengaruh terhadap pertumbuhan, perbaikan sel, perkembangan janin, energi, dan reproduksi. BPA juga diketahui memiliki kemampuan berinteraksi dengan reseptor lainnya, yakni reseptor hormon tiroid.
Bahaya kesehatan yang bisa ditimbulkan akibat paparan BPA yakni peningkatan risiko kanker, infeksi bakteri, risiko penyakit kronis (gangguan hati, diabetes), kelainan reproduksi (pubertas, ovulasi, kemandulan), dan gangguan perkembangan otak janin yang bisa mengakibatkan gangguan perilaku sosial dan kecemasan.
Sahabat Sehat, selain kertas cokelat, ada beberapa wadah lain yang sebaiknya dihindari penggunaannya untuk mengemas makanan, yaitu wadah plastik yang mengandug BPA, wadah styrofoam, dan wadah yang mengandung phthalates.
LIPI juga menghimbau melalui dikeluarkannya peringatan untuk menghimbau masyarakat supaya lebih waspada dalam menggunakan kertas pembungkus makanan tersebut. Dampak buruk bagi kesehatan dan temuan sejumlah bakteri yang terdapat dalam kertas kemasan daur ulang ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menghindari penggunaan kertas cokelat pembungkus makanan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
