Halo Sahabat Sehat! Membahas soal anemia sudah tidak asing lagi. Sudah diketahui kalau anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan jumlah sel darah. Ada beberapa jenis anemia, salah satunya anemia aplastik yang cukup jarang ditemui. Apa itu?
Apa itu anemia aplastik?
Anemia aplastik merupakan salah satu kelainan pada darah yang jarang terjadi namun dan termasuk dalam kondisi yang serius. Kondisi ini terjadi saat sumsum tulang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menghasilkan cukup sel darah dan trombosit baru.

Anemia aplastik berkaitan dengan reaksi autoimun terhadap sel-sel di sumsum tulang yang memproduksi sel darah. Kondisi ini perlu dilakukan penanganan segera, jika tidak diobati dapat mengancam jiwa.
Di Amerika Serikat, sekitar 300 hingga 900 orang di setiap tahunnya didiagnosa anemia aplastik. Sedangkan, menurut studi lain menyebutkan anemia aplastik mempengaruhi 2 dari 1 juta orang di Eropa. Penyakit ini biasanya menyerang orang dengan usia 15 hingga 25 tahun dan 60 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat menyerang kelompok usia lainnya.
Gejala yang harus diwaspadai
Gejala anemia aplastik yang perlu diketahui di antaranya sering mengalami infeksi berkepanjangan. Gejala, seperti kelelahan, kulit pucat, detak jantung tidak teratur dan cepat, memar tanpa sebab, gusi berdarah, sering mimisan, ruam kulit, sesak napas, dan muncul bercak putih di mulut juga ditemukan pada pasien anemia aplastik. Biasanya, gejala akan berkembang selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Penyebab dan faktor risiko
Ada banyak penyebab yang dapat menjadi alasan mengidap anemia aplastik. Penyebab dapat berkaitan dengan kelainan atau penyakit yang pernah diidap atau sedang diidap. Memiliki riwayat penyakit menular, seperti HIV, hepatitis, virus Epstein-Barr, atau CMV. Faktor lainnya, yaitu adanya riwayat mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antikonvulsan dan antibiotik, ataupun terkena paparan racun tertentu, seperti logam berat dan paparan radiasi.

Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat autoimun atau sedang mengalami kemoterapi juga memiliki risiko mengalami anemia plastik. Beberapa kondisi kesehatan yang diturunkan seperti, anemia Fanconi, Diskeratosis bawaan, Sindrom, Shwachman-Diamond, anemia Berlian-Blackfan dan Sindrom Pearson juga menjadi pemicu terjadinya jenis anemia ini.
Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai anemia aplastik. Meskipun pencegahan agar tidak terjangkit kondisi ini belum diketahui secara pasti, menghindari paparan langsung bahan kimia beracun, seperti pelarut organik, penghilang cat, dan insektisida, herbisida dapat menurunkan risiko penyakit.

hi
12,590 products with Resale and Private Label Rights licenses,
which means that you can SELL, EDIT or even CLAIM the products.
eBooks:6315+
Videos: 1707+
Graphics: 604+
Templates: 219+
Audios260+
https://www.badadeal.com/12590-private-label-products-full-resale-rights/