Konsumsi Buah Tingkatkan Kesehatan Mental Anak

Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa konsumsi buah berkaitan erat dengan kesehatan mental anak? Bukan cuma orang dewasa yang perlu sehat mental, anak-anak pun juga membutuhkannya. Apalagi saat pandemi, aktivitas bermain dan bertemu dengan teman-temannya dibatasi. Buah tak hanya sebagai pangan pencuci mulut, tapi juga penting untuk perkembangan otak anak. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Buah dan kesehatan mental anak

Akhir-akhir ini kesehatan mental sering menjadi topik pembicaraan hangat. Di era serba digital seperti sekarang, masalah kesehatan mental banyak bermunculan sehingga tindakan pemeliharaan mental perlu dilakukan sejak dini. Salah satu upayanya yaitu dengan konsumsi makanan bergizi seperti buah-buahan.

Foto stok gratis Amerika Afrika, anak, anak laki-laki
Sumber: Pexels.com

Studi terbaru BMJ Nutrition, Prevention & Health menyebutkan bahwa mengonsumsi buah dan sayur segar baik untuk mental, utamanya saat masa pertumbuhan. Anak-anak yang mengonsumsi buah dan sayur dengan porsi lebih banyak pada studi tersebut memiliki skor kesehatan mental yang lebih tinggi.

Bahkan studi lebih lanjut menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya gizi saat sarapan dan makan siang berhubungan dengan tingkat emosional seseorang di semua usia.

Mengapa demikian?

Buah memiliki kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang tinggi. Menurut World Journal of Clinical Cases, anak sekolah banyak mengalami kekurangan kalsium, asam folat, zat besi, magnesium, sodium, vitamin E, dan serat.

Sahabat Sehat, makanan dengan kandungan gizi lengkap akan meningkatkan perkembangan otak yang baik untuk kesehatan mental. Perkembangan otak sangat dibutuhkan apalagi saat berada dalam masa pertumbuhan.

Fakta konsumsi buah di Indonesia

Konsumsi buah sama pentingnya bagi anak-anak maupun orang dewasa. Di Indonesia, konsumsi buah masih tergolong rendah dibandingkan batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Pasalnya, rata-rata konsumsi buah masyarakat Indonesia tahun 2020 hanya 88,56 gram/kapita/hari, sedangkan standar WHO yaitu 150 gram/kapita/hari. Oleh karena itu, konsumsi buah masyarakat Indonesia hanya memenuhi 59,04%. Bahkan konsumsi buah di Indonesia menurun dari tahun sebelumnya.

Irisan Buah Di Atas Nampan
Sumber: Pexels.com

Indonesia sebagai negara tropis memiliki produksi buah yang melimpah dan beraneka ragam jenisnya. Banyak buah yang bisa dibeli dengan harga terjangkau sehingga bukan menjadi alasan untuk ngga mengonsumsinya. Selain itu, buah lokal juga punya kandungan gizi yang tinggi, loh.

Oleh karena itu, yuk mulai penuhi kebutuhan buah si kecil. Lakukan berbagai inovasi supaya anak mau mengonsumsi buah, ya! Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang sekitar kamu!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Presiden Jokowi: Tingkatkan Konsumsi Buah Lokal, Sejahterakan Petani
https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4887

Hayhoe R, Rechel B, Clark AB, et al. 2021. Cross-sectional associations of schoolchildren’s fruit and vegetable consumption, and meal choices, with their mental well-being: a cross-sectional studyBMJ Nutrition, Prevention & Health;e000205. https://nutrition.bmj.com/content/early/2021/08/27/bmjnph-2020-000205

Haimi, M., & Lerner, A. 2014. Nutritional deficiencies in the pediatric age group in a multicultural developed country, Israel. World journal of clinical cases, 2(5), 120–125. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4023304/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.