Konsumsi Ikan Buntal Berbahaya, Benarkah?

Halo Teman Sehat! Mengonsumsi ikan merupakan salah satu anjuran dalam gizi seimbang. Ikan merupakan sumber protein hewani yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Apakah Teman Sehat pernah mendengar atau bahkan mengonsumsi ikan buntal? Apakah benar ikan jenis ini bisa membahayakan tubuh? Yuk, cek penjelasan berikut!

Sumber: pixabay.com

Mengenal ikan buntal

Ikan buntal (puffer fish) merupakan ikan yang umumnya menetap pada perairan karang. Ciri dari ikan buntal yaitu memiliki dua gigi besar pada rahang atas dan bawah yang cukup tajam. Biasanya, gigi yang besar tersebut digunakan untuk menghancurkan cangkang moluska dan udang-udangan. Ikan buntal memiliki perut yang mulus sedangkan bagian sebaliknya memiliki duri.

Sumber: unsplash.com

Tahukah Teman Sehat kalau ikan buntal bisa menggelembungkan dirinya? Ya, ciri khas ikan buntal yang membedakannya dengan ikan jenis lain adalah kemampuannya untuk menggelembungkan diri apabila terdapat ancaman musuh. Penggelembungan ini dapat berlangsung selama 2 jam hingga tubuhnya dapat kembali normal.

Tapi, kira-kira apa ya yang menyebabkan konsumsi ikan buntal dapat berbahaya? Yuk, lanjut bacanya!

Bahaya konsumsi Ikan Buntal

Teman Sehat, ternyata ikan buntal mengandung racun loh! Senyawa ini merupakan senyawa hasil metabolit sekunder dari ikan buntal. Racun ini biasa dikenal sebagai tetrodotoksin (TTX). Fungsi racun ini bagi ikan buntal adalah sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.

Sayangnya, racun TTX mampu bertahan pada suhu yang panas, yaitu hingga 100 derajat Celcius. Hal ini menyebabkan racun tersebut masih tetap ada apabila panas pemasakan masih di bawah 100 derajat Celcius. Selain itu, racun TTX juga tahan terhadap pH rendah sehingga penambahan asam ngga cukup untuk menghilangkan racun ini.

Kandungan TTX paling tinggi biasanya ditemukan pada ovarium ikan buntal pada musim bertelur. Adapun dosis kematian pada racun TTX adalah 10 mikrogram/kg berat badan. Wah, cukup membahayakan ya!

Apabila seseorang mengonsumsi racun TTX, apa akibatnya bagi tubuh? Apakah ada upaya yang dapat dilakukan apabila terjadi keracunan ikan buntal?

Pertolongan pertama saat keracunan Ikan Buntal

Sumber: unsplash.com

Pada dasarnya, racun TTX bersifat neurotoksik karena bekerja mengganggu sistem saraf. Gejala yang pertama kali muncul adalah perasaan mati rasa pada daerah bibir, lidah, dan mulut sehingga si penderita akan mengalami kesulitan berbicara. Gejala lainnya yang menyertai dapat berupa rasa mual, muntah, peningkatan produksi air ludah, berkeringat hebat, sakit perut, hingga pusing. Gejala ini biasanya muncul 10-45 menit setelah mengonsumsi racun TTX. Pada beberapa kasus, gejala dapat muncul beberapa jam setelah mengonsumsinya.

Nah, jika Teman Sehat mengalami gejala di atas, ada beberapa pertolongan pertama yang dapat dilakukan, seperti:

  • Jika dalam keadaan sadar, kamu dapat berupaya untuk menstimulasi muntah
  • Hindari memasukkan makanan dan minuman lainnya terlebih dahulu
  • Segera menuju UGD (Unit Gawat Darurat) untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Nah, apakah Teman Sehat udah paham terkait konsumsi ikan laut yang satu ini? Yuk, lebih hati-hati dalam mengonsumsi makanan yang ada di sekitar kita dan tahu manfaat dan dampaknya!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

Referensi

https://journal.ipb.ac.id/index.php/jphpi/article/view/8702/6799

https://repository.ugm.ac.id/273537/2/Buku%20Ikan%20Buntal.pdf

http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/Ikan%20Buntal,%20Hidangan%20Nikmat%20yang%20Dapat%20Menyebabkan%20Kematian.pdf

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.