Kupas Kondisi Ketindihan Secara Medis

Hai Sahabat Sehat! Pernahkah kamu ketika bangun tidur tapi ngga bisa bergerak dan berkata-kata? Hal ini biasa dikenal dengan istilah ketindihan. Namun, ketindihan sering kali diartikan sebagai kejadian mistis dan banyak orang yang mempercayainya. Sebenarnya, hal ini bisa dijelaskan secara ilmu medis. Dalam istilah medis, ketindihan disebut sleep paralysis. Supaya lebih memahami apa itu sleep paralysis, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

menegnal ketindihan secara medis
Foto: Pexels.com

Apa itu sleep paralysis?

Sleep paralysis merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang menjadikan seseorang kehilangan kemampuan untuk bergerak ketika sedang tidur ataupun ketika bangun tidur. Saat tertidur, tubuh manusia memasuki fase tidur REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non Rapid Eye Movement) secara bergantian. Sekitar 75% siklus tidur berada pada fase NREM. Saat fase ini, tubuh dalam kondisi rileks dan siklus tidur akan memasuki fase REM saat fase NREM sudah mencapai tahap 4.

Mimpi akan muncul saat seseorang berada pada fase REM, sehingga tubuh akan dinonaktifkan supaya tubuh ngga mengikuti gerakan yang ada pada mimpi. Pada kondisi sleep paralysis, saat seseorang berada pada fase REM, dia akan terbangun secara tiba-tiba, sedangkan tubuh belum siap untuk terbangun karena masih dalam keaadaan dinonaktifkan, sehingga akan terjadi kelumpuhan atau ketidakmampuan bergerak. Dalam kondisi sleep paralysis, seseorang yang mengalami halusinasi dikarenakan otak masih memproduksi mimpi meski tubuh sudah terbangun. Sleep paralysis biasanya ditandai dengan terhambatnya gerakan otot sadar pada waktu yang singkat. Tapi di sisi lain, gerakan mata, pernafasan, dan sensori masih normal.

Menurunkan kualitas tidur

Sleep paralysis membuat seseorang merasa kelelahan, mengalami kesulitan berkonsentrasi dan penurunan memori. Beberapa hal yang berhubungan dengan terjadinya sleep paralysis adalah tingkat stress dan kualitas tidur yang buruk. Dua hal ini adalah sesuatu yang saling berkaitan. Salah satu dampak buruk dari stress, yaitu gangguan tidur yang menjadikan kualitas tidur menjadi buruk.

sleep paralysis bisa sebabkan ganguan tidur
Foto: Pexels.com

Gangguan tidur yang berkepanjangan mampu menurunkan daya tahan tubuh, menurunkan prestasi, depresi, kelelahan. Sumber stress tiap-tiap individu berbeda, ada yang berasal dari bidang akademis, keluarga, masalah keuangan dan lainnya. Kualitas tidur yang buruk banyak sekali pemicunya. Bisa dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan yang tidak kondusif, emosi ngga stabil, asupan makanan dan kalori, serta konsumsi obat-obatan.

Upaya pencegahan sleep paralysis

Seseorang yang mengalami stress, memiliki risiko cukup besar untuk mengalami kondisi ini. Jika beban psikologis seperti stress ngga bisa diatasi sendiri, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Pastikan juga porsi tidur mencukupi yakni sekitar 6-8 jam. Dalam mengimplementasikan pola tidur yang baik kamu perlu melakukan hal-hal yang mendukung seperti membuat suasana yang nyaman, dan menghindari hal yang berpotensi mengganggu ketika akan tidur, sepeti bermain gadget.

Itulah beberapa fakta mengenai sleep paralysis atau ketindihan secara medis, semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Dyrbye, L.N., Thomas, M.R., & Shanafelt, T.D. (2005). Medical Student distress: Causes, consequences, and proposed solutions. Mayo Clinic Proceedings, 80(12), 1613-1622.

Sadock, B.J. Buku ajar psikiatri klinis. 2nd rev.ed. Terjemahan oleh Profitasari. 2010. Jakarta: EGC.

Schulz, H. (2008). Rethinking sleep analysis. Comment on the AASM Manual for the Scoring of Sleep and Associated Events. Journal of Clinical Sleep Medicine, 4(2), 99-103.

Tias, Ni Kadek Dwita Hening, Desak Ketut Indrasari Utami, Anna Marita Gelgel. 2019. Prevalensi Dan Karakteristik Kejadian Sleep paralysis Pada Remaja Sekolah Menengah Atas (Sma) Negeri Di Denpasar. Jurnal Medika Udayana, Vol. 8 No.10

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.