Mencegah Alzheimer dengan Konsumsi Probiotik

Alzheimer biasanya berkaitan dengan penurunan fungsi sistem syaraf secara progresif dan kecenderungan sulit disembuhkan. Walaupun begitu, penyakit ini bisa dicegah dengan memperhatikan asupan panganmu, loh! Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Yuk, simak artikel selengkapnya di sini!

mencegah Alzheimer
Foto; Freepik.com

Makanan probiotik

Mencegah Alzheimer dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan probiotik loh, Sahabat Sehat. Istilah probiotik merujuk pada sejumlah mikroba yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Secara alamiah, keberadaan probiotik akan mengeliminasi mikroba merugikan yang sudah tumbuh dan berkembang di dalam tubuh. Istilah probiotik juga digunakan untuk menunjukkan produk pangan yang mengandung probiotik itu sendiri.

Produk pangan berprobiotik umumnya adalah produk pangan yang melewati proses fermentasi, seperti produk susu fermentasi (yoghurt dan kefir), fermentasi buah dan sayur, hingga teh fermentasi (kombucha). Selain itu, proses penambahan probiotik juga sudah dilakukan pada berbagai produk pangan, beberapa diantaranya pada cereal bar, jus dan produk cokelat. Ada dua macam bakteri baik yang umum ditemukan di dalam produk probiotik, yaitu Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Probiotik dan Alzheimer

Berbagai macam penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya probiotik memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Probiotik dapat meningkatkan kesehatan saluran cerna, meningkatkan respon imun, menurunkan konsentrasi kolesterol dan gula dalam darah, hingga mencegah risiko kanker.

Probiotik juga terbukti dapat meningkatkan kesehatan sistem syaraf, loh! Manfaat probiotik pada sistem syaraf untuk mencegah Alzheimer berkaitan dengan mekanisme the-microbiota-gut-brain axis.

konsumsi probiotik untuk mencegah Alzheimer
Foto: Freepik.com

Tahukah kamu? The-microbiota-gut-brain axis merupakan hubungan komunikasi dua arah antara otak dengan probiotik di dalam sistem pencernaan. Hubungan komunikasi tersebut dipengaruhi oleh permeabilitas membran sel, motilitas, sekresi, hingga imunitas tubuh. Nah, selanjutnya, probiotik di dalam sistem pencernaan dapat meningkatkan dan memperbaiki fungsi sistem syaraf dan otak ya, Sahabat Sehat.

Mekanismenya,

Munculnya risiko Alzheimer salah satunya berasal dari inflamasi yang terjadi pada sistem syaraf. Inflamasi sendiri banyak disebabkan oleh tingginya konsentrasi radikal bebas di dalam tubuh. Nah, konsumsi produk pangan kaya probiotik dapat meningkatkan respon imun tubuh terhadap reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas tersebut, sehingga risiko inflamasi sistem syaraf dapat dicegah. Probiotik juga memberikan efek antioksidatif, sehingga dapat membantu menurunkan konsentrasi senyawa radikal bebas di dalam tubuh.

Membiasakan diri mengonsumsi produk probiotik bisa menjadi langkah yang bisa diterapkan dalam mencegah Alzheimer. Secara ngga langsung, kamu juga sedang melakukan investasi kesehatan di usia senja. Jadi, jangan ragu ya, Sahabat Sehat untuk konsumsi produk probiotik.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Awaisheh, S. S. 2012. Probiotic Food Products Classes,Types, and Processing. Intech Open. https://www.researchgate.net/publication/235819412_Probiotic_Food_Products_Classes_Types_and_Processing.Diakses pada 16 Februari 2023.

FAO dan WHO. 2016. Probiotics in Foods. https://www.fao.org/3/a0512e/a0512e.pdf. Diakses pada 16 Februari 2023.

Kechagia, M., Basoulis, D., Konstantopoulou, S., Dimitriadi, D., Gyftopoulou, K., Skarmoutsou, N., dan Fakiri, E. M. 2012. Health Benefits of Probiotics: A Review. https://www.researchgate.net/publication/258405079_Health_Benefits_of_Probiotics_A_Review. Diakses pada 16 Februari 2023.

Wong, C. B., Kobayashi, Y., dan Xiao, J. 2018. Probiotics for Preventing Cognitive Impairment in Alzheimer’s Disease. Intech Open. https://www.intechopen.com/chapters/62125. Diakses pada 16 Februari 2023.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.