Mengapa Mudah Kesepian Saat Umur 20-an?

Teman Sehat, umur 20-an seharusnya jadi momen kamu dan teman-teman merayakan masa muda. Namun, faktanya banyak muda-mudi yang merasa kesepian saat umur 20-an, terlebih saat pandemi seperti ini dimana aktivitas di luar rumah terbatas. Kira-kira apa yang menyebabkan rasa sepi tersebut muncul? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Kesepian meningkat setelah lulus kuliah

Rasa sepi memang akan meningkat di umur sebelum 30-an. Menurut Jurnal Developmental Psychology, puncak kesepian seseroang terjadi pada waktu setelah mereka lulus kuliah. Di fase ini, kamu pasti berekspektasi banyak hal tentang hidup, seperti karir yang cemerlang, menikah, serta memiliki kehidupan sosial yang menyenangkan. Kalau ekspektasi tersebut ngga terjadi maka rasa sepi dan gagal akan menghantui.

Low angle graduated students Free Photo
sumber: freepik.com

Saat di bangku kuliah, kamu cenderung lebih mudah mencari teman dan membangun hubungan sosial. Sementara setelah kuliah, berteman menjadi aktivitas yang lebih sulit dan rumit. Teman-teman lama kamu telah tersebar di kota yang berbeda-beda dan menjalani kehidupan barunya masing-masing.

Fokus dalam bekerja juga membuat kamu malas membangun pertemanan dan hubungan kembali. Sebaiknya, bersikaplah aktif dan terbuka baik di tempat kerja atau komunitas sekitar agar kesepian bisa berkurang.

Media sosial jadi pemicu

Teman Sehat, media sosial menuntut siapa saja tampil dalam kondisi terbaiknya. Tak hanya itu, media sosial juga membuat fokus kamu beralih dengan sangat cepat. Terbukti dengan fitur swipe dan klick yang mendatangkan tontonan atau content hanya dengan satu usapan jari saja.

Agar ngga timbul stigma buruk di media sosial, banyak orang yang kesepian namun berpura-pura bahagia dan menutupi rasa sepinya. Hal ini membuat rasa sepi semakin bertumpuk-tumpuk sehingga muncullah lingkaran setan. Kondisi ini banyak terjadi di kehidupan anak muda sekarang.

Akibat kesepian kronis

Kesepian bisa sampai tahap kronis dengan tanda-tanda seperti penurunan energi, sulit fokus, gangguan tidur, ngga punya harapan hidup, penurunan nafsu makan, hingga merasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Berikut ini penyakit fisik dan mental yang mungkin terjadi akibat kesepian kronis:

Man working in office alone during coronavirus or covid-19 quarantine, staying to late night Free Photo
sumber: freepik.com
  • Peningkatan kadar kolesterol
  • Diabetes
  • Stres
  • Depresi
  • Penyakit kardiovaskular

Penyakit-penyakit tersebut mengarahkan pada kejadian kematian dini. Oleh karena itu, carilah kegiatan yang menyenangkan untuk mengusir rasa sepi. Mumpung masih muda, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Referensi

Why Does Loneliness Peak for Some Before Our 30s? https://www.healthline.com/health/mental-health/loneliness-after-college#Why-does-the-cycle-of-loneliness-continue?

Is Chronic Loneliness Real? https://www.healthline.com/health/mental-health/chronic-loneliness#treatment

Age Differences in Loneliness From Late Adolescence to Oldest Old Age https://www.researchgate.net/publication/296282660_Age_Differences_in_Loneliness_From_Late_Adolescence_to_Oldest_Old_Age

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.