Mengenal Dua Macam Bintit Mata

Sahabat Sehat mungkin sudah familier dengan benjolan pada mata yang sering disebut dengan bintitan atau timbilan. Bintitan atau timbilan terkadang ngga menggangu, tapi terkadang bisa menimbulkan rasa sakit. Tahukah kamu, bahwa ternyata benjolan tersebut bisa jadi dua hal dengan penyebab dan ciri yang berbeda, yakni hordeolum dan chalazion? Yuk, simak perbedaan keduanya di bawah ini!

mengenal dua jenis bintit mata
Foto: Freepik.com

Hordeolum

Hordeolum adalah benjolan abses pada kelopak mata yang disebabkan oleh infeksi akut bakteri. Dikenal juga dengan bintitan atau stye, hordeolum biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel bulu mata. Hordeolum dapat timbul pada kelopak mata atas maupun bawah dan lebih sering terjadi pada anak-anak maupun remaja.

Hordeolum dikategorikan menjadi dua, yakni hordeolum internal dan hordeolum eksternal. Hordeolum internal terjadi apabila infeksi menyumbat kelenjar meibom dan terletak di permukaan dalam kelopak mata. Sementara itu, hordeolum eksternal terjadi apabila infeksi menyumbat kelenjar minyak (sebasea/Zeis) atau kelenjar keringat (Moll) dan terletak di ujung kelopak mata dekat dengan bulu mata. 

Secara umum, ciri-ciri horedolum antara lain adanya peradangan lunak terlokalisir dengan pembengkakan, terasa nyeri, kelopak mata gatal atau bersisik, adanya kemerahan kronis, serta adanya iritasi mata. Jika hordeolum berukuran cukup besar dan menekan kornea mata, pengelihatan dapat terganggu. Hordeolum pada umumnya dapat sembuh secara sendirinya dalam 1-2 minggu. Apabila ngga kunjung sembuh, hordeolum bisa berkembang menjadi chalazion.

Chalazion

Chalazion adalah benjolan pada kelopak mata akibat peradangan dan penyumbatan kelenjar sebasea kelopak mata. Lemak dari kelenjar sebasea merembes ke jaringan sekitar kelenjar dan menimbulkan reaksi peradangan, oleh karenanya chalazion disebut juga sebagai lesi lipogranuloma steril kronis. Benjolan chalazion umumnya seukuran kacang polong dan timbul secara perlahan dalam kelopak mata. Biasanya kondisi ini sering terjadi pada orang dewasa.

Berdasarkan lokasi kelenjar sebasea yang tersumbat, chalazion dikategorikan menjadi dua, yakni chalazion superfisial dan chalazion dalam. Sumbatan pada kelenjar minyak menimbulkan chalazion superfisial sementara sumbatan pada kelenjar keringat menyababkan chalazion dalam.

Ciri-ciri chalazion antara lain adalah timbul secara perlahan, berbentuk gumpalan keras, dan ngga disertai rasa nyeri. Ketika terjadi peradangan pada awal terbentuknya, chalazion berwarna kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri. Serupa dengan hordeolum, chalazion bisa mengganggu pengelihatan jika ukurannya terlalu besar. Chalazion kecil yang ngga menimbulkan gejala, biasanya bisa sembuh secara sendirinya dalam beberapa bulan.

mengenal dua jenis bintit mata
Foto: Freepik.com

Penanganan hordeolum dan chalazion

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan utnuk menangani kedua jenis bintitan ini. Sebagai pertolongan pertama, kompres kelopak mata yang mengalami hordeolum atau chalazion dengan kompres hangat selama 15 menit sebanyak 2-4 kali per hari. Bersihkan kelopak mata dengan campuran air hangat dan pembersih kelopak mata atau sampo bayi secara perlahan.

Penggunaan salep eritromisin 0,5%, obat steroid topikal, serta konsumsi antibiotik bisa diperlukan apabila benjolan membesar disertai infeksi. Apabila ngga kunjung membaik, dapat dilakukan operasi kecil untuk membersihkan abses dalam benjolan hordeolum dan chalazion.

Perlu diingat, ketika mengalami hordeolum atau chalazion, Sahabat Sehat ngga boleh memencet benjolan tersebut, ya! Sebaiknya hindari juga penggunaan kosmetik di bagian mata dan lensa kontak saat masih terjadi infeksi. Selain itu, pastikan tangan kamu sudah bersih sebelum menyentuh mata. Jika ada keluhan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter, ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Bragg, K.J., Le, P.H., dan Le, J.K. 2021. Hordeolum. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441985/ . Diakses 22 September 2021.

Jordan, G.A. dan Beier, K. 2021. Chalazion. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499889/ . Diakses 22 September 2021.

Lindsley, K., Nichols, J.J., dan Dickersin, K. 2017. Non-surgical interventions for acute internal hordeolum. Cochrane Database of Systematic Reviews, 1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5370090/ 

Reinoso, H., Dunphy, L., dan Porter, B. 2019. Lid and conjunctival pathology. Dalam: Dunphy, L., Winland-Brown, J., Porter, B., dan Thomas, D. 2019. Primary care: The art and science of advance practice nursing – an interprofessional approach, 5th ed. Philadelphia, PA: F.A. Davis.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.