Mengenal Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk Anak

Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu tau Pneumococcal Conjugate Vaccine? Vaksin yang disingkat sebagai PCV ini diberikan untuk mencegah penyakit radang paru (pneumonia). Vaksin ini menjadi salah satu dari empat jenis vaksin tambahan untuk imunisasi anak. Lebih jelasnya, yuk simak artikel di bawah ini!

vaksin pvc
Foto: Freepik.com

Penyakit pneumonia

Penyakit pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian terutama di negara berkembang. Bakteri penyebab pneumonia diakibatkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau pneumococcus. Selain penyebabkan pneumonia, Pneumococcus penyebab meningitis dan bakteri tersebut rentan menginfeksi anak yang berusia kurang dari 5 tahun.

Di Indonesia pada tahun 2018, prevelensi pneumonia di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua sebanyak 4,0% dan termasuk kedalam prevelensi pneumonia tertinggi. Seseorang yang terinfeksi pneumonia dapat mengalami gejala seperti demam, kedinginan, menggigil, batuk, sesak napas dan nyeri dada.

Penyebaran bakteri pneumococcus dapat melalui udara dari bersin atau batuk atau melalui barang yang terkontaminasi oleh cairan dari orang yang terinfeksi. Salah satu cara untuk mencegahnya dengan melakukan vaksinasi PCV dan vaksin ini lebih efektif bagi anak-anak. Vaksin ini akan bekerja dengan merangsang sistem imun tubuh untuk memproduksi antibodi yang berfungsi melawan infeksi bakteri pneumococcus.

Kapan anak dapat diberikan PCV?

PCV dapat diberikan pada anak berusia dibawah 1 tahun. Terdapat 3 kali dosis yang dapat diberikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan dan 13 bulan. Pada penderita penyakit kronik, vaksinasi PCV dianjurkan menerimanya setiap 5 tahun sekali sebanyak 1 dosis. 

pneunomia
Foto: Freepik.com

Semua bayi dan anak kecil harus menerima vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13 atau PCV15). Beberapa anak dengan kondisi medis yang meningkatkan risiko penyakit pneumokokus juga harus menerima vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23). Jumlah dosis tergantung pada kondisi medis. 

Efek setelah vaksinasi PCV pada anak

Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, kebanyakan anak tidak mengalami efek samping apa pun dari suntikan PCV. Efek samping yang terjadi biasanya ringan, termasuk rewel, merasa lelah, demam atau mengigil, sakit kepala, nyeri otot atau nyeri sendi, hilangnya nafsu makan (tidak mau makan), kemerahan, dan bengkak atau nyeri dibagian suntikan.

Nah, Sahabat Sehat dengan melakukan vaksinasi PCV ini dapat melindungi anak dari infeksi bakteri penyebab penyakit serius dan bahkan mematikan yang disebabkan oleh penyakit pneumococcus. PCV tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa juga dapat melakukan vaksinasi 1 kali seumur hidup. Vaksinasi ini dianjurkan pada orang dengan usia lebih dari 50 tahun juga rentan terhadap penyakit pneumokokus (pneumonia dan meningitis).

Referensi

CDC. Pneumococcal Vaccine for Children. https://www.cdc.gov/vaccines/parents/diseases/pneumo.html. Diakses 21 September 2023.

Redaksi Sehat Negeriku. 2023. Kemenkes Tambahkan 4 Jenis Vaksin Baru untuk Perlindungan Anak Indonesia. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20230327/5942664/kemenkes-tambahkan-4-jenis-vaksin-baru-untuk-perlindungan-anak-indonesia/. Diakses 21 September 2023.

Saputri, E., Endarti, D., & Andayani, T. M. (2020). Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Penyakit Pneumonia dan Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) di Indonesia. https://jurnal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/54423. Diakses 21 September 2023.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.