Pantangan Makan saat Menyusui, Mitos vs Fakta?

Teman Sehat, pernahkah mendengar informasi seputar pantangan makan selama menyusui? Di beberapa wilayah, khususnya di Asia, banyak bermunculan mitos-mitos, seperti ibu menyusui dilarang mengonsumsi ikan laut, kopi, bahkan bawang putih. Mitos vs fakta? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Mitos vs Fakta: Konsumsi kopi dibatasi saat menyusui?

Kopi mengandung senyawa kafein yang bisa masuk ke dalam ASI. Biasanya, kadar kafein yang masuk ke dalam ASI sekitar 1% dari total kafein yang dikonsumsi ibu. Jadi konsumsi kafein dalam jumlah sedang masih bisa ditoleransi dan ngga menimbulkan efek berbahaya bagi bayi.

Lembaga kesehatan di Amerika (CDC) merekomendasikan kadar konsumsi kafein yang aman yaitu sebanyak 300 ml/hari atau setara dengan 2-3 gelas kopi. Konsumsi kafein yang sangat tinggi, sekitar 10 gelas kopi atau lebih per hari, bisa menimbulkan efek samping bagi bayi seperti rewel, gelisah, sensitif, dan membuat pola tidurnya berantakan.

Kafein ngga hanya terdapat dalam kopi, tapi juga pada teh, coklat, minuman bersoda, dan minuman berenergi. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi kafein dalam sehari, bukan hanya konsumsi kopi aja, ya!

Mitos vs Fakta: Konsumsi bawang bisa memengaruhi rasa ASI?

Konsumsi bawang bisa memengaruhi rasa dan aroma ASI. Namun, menurut beberapa penelitian hal ini ngga memengaruhi perilaku bayi, seperti rewel. Bahkan bayi cenderung bisa menerima makanan padat saat MPASI, karena adanya variasi rasa pada ASI.

Reaksi bayi terhadap makanan tertentu yang dimakan oleh ibu memang berbeda-beda, tergantung masing-masing penerimaan bayi. Jadi, ngga ada efek tertentu pada bayi setelah ibu mengonsumsi bawang atau makanan lainnya, maka konsumsinya ngga perlu dihindari.

Mitos vs Fakta: Menghindari konsumsi jenis ikan tertentu

Ikan merupakan salah satu makanan sumber protein dan asam lemak rantai jenuh yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu docosahexaenoic acid (DHA). Salah satu perannya yaitu dalam proses perkembangan sistem syaraf dan ketajaman penglihatan. Mengonsumsi makanan tinggi DHA, bisa meningkatkan kandungannya pada ASI.

Namun, beberapa jenis ikan tertentu memang perlu dihindari, seperti ikan yang mengandung merkuri tinggi. Hal ini dikarenakan konsumsi merkuri dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan gangguan pada otak dan sistem syaraf. US Food and Drug Administration menyarankan untuk menghindari konsumsi ikan jenis ini.

Lalu, bagaimanakah pola makan yang baik?

  • Konsumsi makanan sumber protein 2-3 kali/hari, contohnya daging sapi, ikan, daging unggas, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk olahan susu.
  • Konsumsi sayuran dan buah setiap hari sebagai sumber vitamin. Rendahnya konsumsi vitamin ibu bisa memengaruhi kadar vitamin yang terkandung dalam ASI, jadi penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu dari makanan sehari-hari.
  • Konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks seperti umbi-umbian, sorgum, roti gandum, pasta, sereal, oatmeal, dan lain sebagainya
  • Penuhi kebutuhan cairan harian. Kebutuhan cairan untuk ibu menyusui berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 yaitu sekitar 3000 mL atau setara dengan 10-12 gelas air. Kamu ngga perlu minum berlebihan karena ngga akan memengaruhi jumlah ASI yang dihasilkan

Nah, itulah tadi beberapa penjelasan terkait mitos atau fakta selama menyusui. Mungkin masih banyak lagi informasi terkait hal ini, tapi sebelum menelan bulat-bulat informasi yang beredar alangkah baiknya cek terlebih dahulu kebenarannya. Konsultasi ke ahli gizi maupun dokter untuk dapatkan saran terbaik, juga boleh loh! Jangan lupa share dan komen jika artikel ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *