Patogen Menjadi Penyakit, Bagaimana Kisah Perjalanannya?

Kalau tidak bobo digigit nyamuk…’ Eits, jangan keburu tidur Teman Sehat. Nyamuk memang hewan yang wajib dihindari bahkan saat tidur. Hal ini disebabkan satu aja gigitan nyamuk berisiko menularkan bermacam-macam penyakit. Selain nyamuk, ternyata hewan lain banyak loh yang berperan sebagai vektor yang membawa patogen. Tapi sebenarnya apa sih vektor dan patogen itu?

Vektor adalah makhluk hidup yang bisa menularkan patogen (parasit penyebab penyakit) melalui infeksi antarmanusia atau dari hewan ke manusia. Mayoritas vektor tergolong jenis serangga pengisap darah (penyakit ditularkan dari gigitan pada seorang manusia ke gigitan pada manusia lainnya). Selain nyamuk, penyakit bisa ditularkan oleh kutu, lalat, siput, dan serangga lainnya.

Baca juga : 5 Penyakit Akibat Nyamuk, Vampir Kecil Pembawa Penyakit!

Patogen bisa digolongkan menjadi 4, yakni nematoda, protozoa, bakteri, dan virus. Beberapa di antaranya adalah 100% parasit, seperti W. bancrofti, dengan hewan sebagai tempat tumbuh utama. Jalur transmisi (perpindahan) yang dimiliki ada 2, yaitu transmisi mekanik dan transmisi biologi.

1. Transmisi mekanik

Transmisi ini adalah transmisi paling sederhana, yakni patogen langsung memasuki bagian tubuh yang terbuka seperti mulut dan hidung. Golongan enterovirus, bakteri, dan protozoa adalah yang paling banyak berpindah melalui jalur mekanik, yakni lewat rute fekal-oral (dari feses ke mulut). Lalat menjadi vektor terbaik yang menggunakan rute fekal-oral karena lalat biasa mencari makan di feses dan kemudian menempel pada makanan manusia. So, masih malas menutup makanan nih?

2. Transmisi biologi

Dalam perpindahan ini, patogen mengalami perkembangan dalam tubuh vektor sebelum berpindah ke manusia. Ada 4 jenis transmisi biologi, yaitu propagatif, siklopropagatif cyclodevelopmental, langsung & vertikal.

  • Transmisi Propagatif: nyamuk menghisap darah kita dan di dalam ludahnya sedang terjadi perkembangbiakan patogen, yang selanjutnya dipindahkan kepada inang (manusia atau hewan) melalui ludah serangga saat serangga tersebut menghisap darah inang.
  • Transmisi Siklopropagatif: patogen berkembang menjadi ‘dewasa’ sekaligus memperbanyak diri dalam tubuh vektor.  Contohnya adalah malaria.
  • Transmisi Cyclodevelopmental: dalam transmisi ini pendewasaan terjadi di dalam tubuh vektor, akan berlanjut saat sudah masuk ke tubuh inang.
  • Transmisi Langsung dan Vertikal: beberapa virus ditransmisikan dari induk vektor kepada telur-telurnya. Telur-telur yang menetas akan menghasilkan ‘anak vektor’ yang sudah siap menularkan penyakit kepada hewan dan manusia.

Lalu sebenarnya faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan perpindahan penyakit?

Keberhasilan perpindahan penyakit dipengaruhi oleh faktor yang sangat kompleks. Berhasil tidaknya transmisi mekanik bergantung pada frekuensi kontak serangga dengan inang serta kebiasaan makan dari vektor dan inang tersebut.

Baca juga : Inilah 11 Hal yang Bisa Buat Serangga Jauh dari Kamu!

Jenis vektor dan wilayah geografi ternyata juga berpengaruh loh! Faktor lain seperti suhu, kelembapan, angin, dan curah hujan juga berpengaruh. Sebagai contoh, patogen tertentu yang berdarah dingin hanya bertransmisi selama musim panas karena pada musim lainnya patogen tidak mendapatkan suhu yang sesuai sehingga patogen akan ‘tidur’ (hibernasi) sampai mendapat kondisi lingkungan yang cocok untuk ‘hijrah’ alias bertransmisi lagi.

Itu dia Teman Sehat cerita perjalanan penyakit hingga sampai pada tubuh kita. Tetap jaga kebersihan ya biar sehat terus dan ngga jadi terminalnya parasit penyebab penyakit.

Editor & Proofreader: Narita Putri, S.Gz.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *