Pemuda Sehat, Bebas Stunting

Teman Sehat, pernah mendengar kutipan pidato Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama? “…Beri aku 10 pemuda, maka akan aku guncang dunia…“. Yap, bukan cuma kuantitas saja yang diperlukan, tapi kualitas pemuda juga perlu diperhatikan, terutama asupan zat gizinya karena risiko stunting yang dihadapinya. Lalu, bagaimana cara menyikapinya?

Pemuda

Definisi pemuda menurut World Health Organization (WHO), yaitu seseorang yang berusia 15-24 tahun,  sedangkan definisi Remaja (adolescents) merupakan sekolompok orang dengan usia 10-19 tahun.

Kalau Anak Muda (Young People) beda lagi, yaitu sekelompok orang dengan usia 10-24 tahun atau kombinasi Remaja dan Pemuda. Di dalam Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2009, kepemudaan merupakan warga negara Indonesia berusia 16 (enam belas) – 30 (tiga puluh) tahun.

Masalah gizi pemuda

Salah satu masalah gizi yang bisa berdampak pada kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yaitu stunting. Berdasarkan data dari Riskesdas (2013), kemungkinan terjadinya stunting pada remaja (16-18 tahun) yaitu 31,4%.

Tahukah kamu? Walaupun stunting biasanya dialami balita, tapi dampaknya akan terlihat hingga remaja, bahkan dewasa. Cikal bakal terjadinya masalah ini, dimulai dari calon ibu dengan usia remaja (muda), sehingga penanganannya sering dimulai pada fase remaja, terutama remaja puteri.

Mengapa remaja puteri?

Hasil pemantauan status gizi pada tahun 2017, menyatakan bahwa 32% asupan gizi remaja putri di Indonesia, berisiko pada kekurangan energi kronik (KEK) dan anemia (31,7%).  Jika asupannya ngga diperbaiki, maka semakin banyak calon ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek, bahkan mengalami KEK dan anemia. Siklus ini akan terus berlanjut, jika calon ibu tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang memadai.

Peran protein bagi stunting

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ada hubungan antara kekurangan protein dengan terjadinya masalah ini. Konsumsi protein yang rendah, akan memengaruhi produksi dan kerja hormon insulin-like Growth Factor-1.

Hormon ini, berperan penting dalam pertumbuhan masa anak-anak yang akan berlanjut saat dewasa. Konsentrasi hormon IGF-1 dalam darah ketika lahir sangat rendah, kemudian meningkat bertahap ketika bayi. Puncaknya, hormon ini akan terjadi ketika masa remaja. Setelah itu, kadar IGF-1 akan menurun secara bertahap saat dewasa.

Anjuran asupan zat gizi

Nah, agar pemuda selalu sehat dan bebas stunting, anjuran konsumsi yang perlu diperhatikan yaitu asupan makanan sehat dan bergizi seimbang. Tambahannya, sebagai remaja puteri kamu bisa mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) 1 tablet setiap minggunya atau sayuran hijau untuk memnuhi asupan zat besi (Fe)

So, Teman Sehat, sebagai pemuda jangan sampai kamu melupakan kebutuhan asupan zat gizimu. Ingat ya, skill itu penting tapi, kesehatan, menjaga pola makan dan gaya hidup adalah investasi masa depan.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.