Penyakit pada Makanan, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu kalau foodborne disease merupakan penyakit yang dibawa oleh makanan. Kok bisa? Yap, penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebiasaan mengolah makanan, penyimpanan dan penyajian yang kurang bersih maupun ngga memenuhi persyaratan sanitasi. Nah, beberapa hal ini perlu sekali kamu perhatikan. Mau tahu caranya bagaimana? Yuk, simak penjelasannya di sini!

1. Menjaga kebersihan

Bakteri jahat yang dibawa oleh manusia dan hewan, bisa saja berpindah ke makanan saat melakukan aktivitas. Aktivitas menyeka kain maupun peralatan kemungkinan bisa membawa penyakit pada makanan yang bersifat racun (toksik) dan meninfeksi tubuh (seperti diare dan kolera).

Nah, untuk itu kamu perlu melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencuci tangan sebelum memegang makanan dan selama persiapan makanan
  • Mencuci tangan setelah pergi ke toilet
  • Mencuci dan membersihkan semua permukaan dan peralatan yang digunakan untuk persiapan makanan
  • Melindungi area dapur dan makanan dari serangga, hama, dan hewan lainnya

2. Memisahkan makanan mentah dan matang

Tahukah kamu, perpindahan bakteri jahat bisa saja terjadi dari bakteri yang terkandung pada makanan mentah ke makanan matang karena jakatnya berdekatan. Suhu hangat pada makanan matang, membuat bakteri dengan mudah berkembang di dalamnya.

Pencegahan hal ini, bisa kamu lakukan dengan cara memisahkan makanan yang sudah matang dari makanan mentah di setiap tahap pengolahan, mulai dari persiapan, penyimpanan, hingga penyajian, seperti di bawah ini:

  • Menggunakan peralatan yang terpisah seperti pisau dan talenan untuk menangani makanan mentah
  • Memisahkan makanan matang dari unggas, daging mentah serta makanan laut
  • Menyimpan makanan dalam wadah untuk menghindari kontak antara makanan mentah dan olahan

3. Masaklah bahan pangan hingga matang

Masaklah semua bahan pangan nabati maupun hewani dengan suhu minimum 70°C. Suhu ini bisa membantu memastikan bahwa makanan yang kamu masak aman untuk dikonsumsi, karena bisa membunuh bakteri yang berbahaya. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Memasak makanan secara menyeluruh terutama daging, unggas, telur serta makanan laut
  • Memastikan makanan seperti sup dan rebusan telah mencapai suhu 70°C yang diukur menggunakan termometer agar ideal
  • Memanaskan kembali makanan yang dimasak sampai matang

4. Menyimpan makanan pada suhu yang aman

Perkembang biakan bakteri jahat, bisa terjadi dengan cepat jika makanan disimpan pada suhu kamar. Suhu ini adalah suhu ternyaman bakteri untuk berkembang biak, sehingga kamu dianjurkan untuk menjaga suhu makanan di bawah 5°C atau di atas 60°C. Suhu ini bisa menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Berikut adalah beberapa cara untuk menyimpan makanan kamu:

  • Jangan membiarkan makanan matang pada suhu kamar selama lebih dari dua jam
  • Menyimpan makanan yang matang dan mudah rusak dengan segera (< 5°C)
  • Menjaga suhu makanan yang telah matang sebelum disajikan (>60°C)
  • Jangan menyimpan makanan terlalu lama
  • Jangan melakukan thawing atau mencairkan makanan dari lemari es pada suhu kamar

5. Menjaga bahan pangan yang akan diolah

Teman Sehat, perhatikanlah bahan pangan yang kamu akan olah. Kamu bisa melakukan hal sederhana, seperti mencucinya bisa mengurangi risiko kontaminasi bahaya fisik, kimia dan bakteri jahat. Kamu juga bisa melakukan hal di bawah ini, untuk mecgahnya:

  • Memilih makanan yang segar dan sehat
  • Memilih makanan yang diproses dengan aman, seperti susu yang dipasteurisasi
  • Mencuci sayuran dan buah
  • Jangan menggunakan makanan yang melebihi tanggal kadaluarsa
  • Menggunakan sumber air yang aman

Nah, itulah 5 tips yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir kontaminasi bahan pangan dengan bakteri jahat. Jangan lupa terapkan di kehidupan sehari-hari, ya! Semoga bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *