
Halo Sahabat Sehat! Beberapa sumber menyebutkan, menopause dini merupakan fenomena alami yang terjadi saat haid berhenti (ngga haid selama 12 bulan berturut-turut) sebelum usia 40 hingga 45 tahun. Secara alami, menopause bisa terjadi lebih cepat apabila induk telur berhenti membuat kadar normal hormon reproduksi, khususnya estrogen.
Penyebabnya beragam, mulai dari faktor lingkungan, genetik, kondisi medis, merokok, dan efek samping dari obat-obatan atau kemoterapi. Kondisi ini seringkali membuat perempuan merasa khawatir terhadap dampaknya, yakni terganggunya orientasi kehidupan seksual, emosi ngga stabil, risiko osteoporosis hingga penyakit jantung.
Gejala menopause dini
Melansir dari laman healthline.com, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pola makan sejak usia muda bisa menentukan kapan datangnya menopause. Gejala yang tampak saat mendekati menopause dapat dikenali dengan beberapa ciri, yaitu hot flashes, suasana hati yang mudah berubah (mood swings) dan menstruasi yang ngga teratur.
Gejala lain yang sering dijumpai, yakni sulit mengendalikan buang air kecil, merasa kering pada area kulit, bibir dan mata, gangguan saluran kemih, vagina kering, dan jumlah darah haid lebih banyak atau sedikit dibanding biasanya.
Apa yang bisa dilakukan untuk menunda menopause?
Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap datangnya menopause. Tapi, kamu bisa berupaya untuk menunda atau memperlambatnya. Cara pertama, yakni rutin berolahraga. Aktivitas fisik dipercaya mampu membantu mengeluarkan racun yang bersamaan dengan keringat; meningkatkan aliran darah; melancarkan siklus haid; dan meningkatkan kepadatan tulang.

Kedua, penting untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang. Kamu bisa mengonsumsi pangan kaya fitoestrogen seperti kedelai dan kacang-kacangan lainnya yang mampu menjaga berat badan. Konsumsi juga vitamin D dan kalsium untuk membantu meningkatkan keseimbangan hormon, mencegah penuaan dini, dan menjaga kepadatan tulang.
Ketiga, jaga pola tidur tetap teratur. Kamu perlu meminimalisir aktivitas yang memicu gangguan tidur yang akan berdampak pada tercapainya kualitas tidur. Kemudian yang keempat, hindari dan berhenti merokok. Ini karena merokok bisa menghambat sirkulasi darah, sehingga aliran darah ke rahim dan ovarium akan berkurang.
Tak menutup kemungkinan, menopause bisa datang lebih awal. Gejala menopause dini bisa diatasi melalui pemberian terapi hormon, obat antidepresan, dan penggunaan teknologi reproduksi bantuan bila diperlukan.
Sahabat Sehat, menopause memang ngga bisa diobati dengan penggunaan obat-obatan atau perawatan tertentu. Menunda menopause melalui beberapa cara yang disebutkan di atas bisa bermanfaat untuk kesehatan, yaitu perlindungan jantung, tulang, sendi, dan kesehatan seksual. Hidup sehat, yuk!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP