Teknik Power Pumping untuk Memperlancar ASI

Teman Sehat, seperti yang kamu tahu, ASI merupakan kebutuhan gizi utama untuk bayi. Sayangnya, ngga semua ibu bisa memproduksi ASI dengan jumlah yang cukup. Terkadang di waktu-waktu tertentu produksi ASI bisa menurun, terlebih untuk ibu yang bekerja di luar rumah. Nah, power pumping bisa menjadi salah satu solusinya, loh! Yuk, simak penjelasaannya di sini!

Power pumping

Power pumping merupakan teknik yang digunakan untuk mendorong ibu menyusui bisa memproduksi lebih banyak ASI dengan sistem kluster. Sistem ini dilakukan dengan cara memompa ASI secara rutin dengan frekuensi waktu tertentu.

Teknik ini cocok digunakan untuk ibu menyusui yang lebih sering memompa ASI-nya dibandingkan dengan menyusui secara langsung pada bayi. Ketika bayi lebih sering menyusui secara langsung, akan sulit untuk membuat produksi ASI lebih banyak dengan teknik ini.

Bagaimana tekniknya?

Biasanya semakin sering ibu menyusui melakukan pompa ASI, maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi, sebagai respon kebutuhan yang meningkat. Hasil yang maksimal akan diperoleh jika, ibu meluangkan waktunya minimal satu jam sehari dalam seminggu.

Nah, penting bagi ibu melakukan jeda saat melakukan pompa ASI, untuk menghindari nyeri pada payudara. Power pumping bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • pompa 20 menit
  • istirahat 10 menit
  • pompa 10 menit
  • istirahat 10 menit
  • pompa 10 menit

Lakukan teknik tersebut satu atau dua kali sehari, atau 

  • pompa 5 menit
  • istirahat 5 menit
  • pompa 5 menit
  • istirahat 5 menit
  • pompa 5 menit

Lakukan teknik tersebut lima atau enam kali sehari

Lamanya waktu untuk pompa ASI yang efektif tergantung pada masing-masing ibu. Ibu menyusui bisa melakukan pompa ASI dengan menggunakan pompa elektrik maupun manual. Pompa elektrik lebih disarankan, jika menggunakan pompa manual maka ibu menyusui akan lebih cepat lelah saat melakukan pompa ASI.

Waktu yang tepat

Sebelum melakukan power pumping, penting untuk mengetahui alasan produksi ASI menurun, diantaranya:

  • Ibu menyusui sering terpisah dengan bayi
  • Komplikasi pada saat melahirkan
  • Komplikasi kesehatan pada bayi maupun ibu
  • Bayi kesulitan dalam menyusui
  • Ukuran pipa pompa yang kurang tepat
  • Suplementasi ibu menyusui
  • Resistensi insulin

Nah, ngga cuma beberapa alasan di atas, masih banyak faktor lain yang menyebabkan produksi ASI menurun.

Oleh karena itu, Teman Sehat, harus tetap bijak dalam melakukan teknik ini. Bagi kamu yang ngga memiliki kendala dalam memberikan dan menyediakan ASI, maka ngga perlu melakukan power pumping, karena bisa membuat produksi ASI berlebih dan menyebabkan nyeri pada payudara. Semoga bermanfaat! Jangan lupa share dan komen, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *