Ternyata Vegan ada Banyak Jenis, loh!

Teman Sehat, tahukah kamu apakah itu vegetarian? Yap, vegetarian merupakan sebutan bagi seseorang yang mengubah pola makannya, yaitu ngga mengonsumsi maupun membatasi konsumsi protein hewani dalam menu makannya. Pola diet ini banyak dilakukan oleh masyarakat.

Terdapat beragam banyak alasan seseorang yang mengubah pola makannya, yaitu karena faktor kesehatan, penyelamatan lingkungan, perubahan iklim, bahkan perlindungan hewan. Walaupun pola makan ini telah menjadi tren di masyarakat, tapi tahukah kamu kalau vegetarian banyak jenisnya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Vegan

Tahukah kamu, jika vegetarian berbeda dengan vegan? Vegan merupakan salah satu  penerapan pola makan yang ketat. Hal ini dikarenakan pola makan jenis ini menghindari semua produk hewani, walaupun itu telur, olahan susu, dan gelatin yang terbuat dari tulang maupun jaringan ikat pada hewan.

Pola makan ini termasuk pola makan yang ketat, m aka diperlukan pemenuhan zat gizi ngga cuma dari sayuran dan buah saja. Kamu juga perlu mempertimbangkan kandungan zat gizi dari suplemen seperti vitamin D, vitamin B12, zat besi (Fe), dan zat gizi lain yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

Semi-vegetarian

Jenis pola makan ini, ngga cuma mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, tapi juga terkadang masih mengonsumsi produk susu, daging, unggas, telur, dan sebagainya dengan jumlah sedikit. Jika kamu menerapkan pola makan ini, maka pastikan bahwa asupan zat gizi hariannya tercukupi. Jangan lupa asupan vitamin dan mineral juga perlu diperhatikan. Selain itu, hindari juga makanan yang menggandung kadar lemak dan berkalori tinggi.

Lacto-ovo vegetarian

Jenis vegetarian ini merupakan yang paling umum di Indonesia. Jenis pola makan ini, ngga mengonsumsi semua produk olahan daging, termasuk unggas dan ikan. Tetapi, dalam makanannya masih menyertakan telur dan susu.

Jika kamu melakukan pola makan ini, maka perhatikanlah asupan zat gizi makro dan mikronya, seperti asupan vitamin B12, zat besi (Fe), ribloflavin, vitamin D, zink (Zn), dan protein yang cukup untuk menghindari kekurangan zat gizi. Salah satu caranya, yaitu dengan mengonsumsi suplemen agar tetap terjaga jumlahnya.

Lacto-vegetarian

Jenis pola makan ini yaitu hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, tetapi tidak memasukkan menu makanan seperti daging, unggas, ikan, dan telur dalam menu makanannya. Tapi, jenis pola makan ini masih mengonsumsi produk olahan dari susu, seperti keju, mentega, youghurt, dan sebagainya.

Ovo-vegetarian

Pola makan ini merupakan kebalikan dari lacto, pola makan ini hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dan ngga mengonsumsi daging, unggas, ikan, dan produk susu. Tapi masih mengonsumsi telur dalam menu makanannya.

Pesco-vegetarian

Berbeda dengan lacto maupun ovo, pola makan ini hanya mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan ikan dalam menu makanannya. Pola makan ini ngga mengonsumsi daging, unggas, produk olahan susu, dan telur.

Nah, Teman Sehat itulah informasi mengenai pola makan vegetarian. Jika kamu melakukan diet ini, maka perhatikanlah asupan zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tubuh agar kesehatan kamu tetap terjaga!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *