Tiga Kebiasaan Buruk saat Makan yang Perlu Kamu Hindari

Teman Sehat, tanpa disadari setiap orang memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda, loh! Kebiasaan ini, akan berkaitan erat dengan kondisi kesehatan seseorang secara fisik maupun mental. Sayangnya, ngga semua kebiasaan ini bersifat baik. Ada juga kebiasaan buruk yang bisa menghambat aktivitasmu. Mau tahu apa saja? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Olahraga sebagai hukuman setelah makan

Pernahkah kamu berpikir untuk berolahraga demi menguras habis kalori dari makanan yang baru saja dikonsumsi? atau kamu punya rasa tertekan melakukan olahraga setelah makan? Sebaiknya mulai menghindari pemikiran ini, ya. Jangan sampai menjadikan olahraga sebagai hukuman setelah makan “enak”.

Fit runner standing on racetrack in athletics arena

Berolahraga dan makan, seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukannya menjadi beban. Jika mindset-mu sudah negatif, bisa-bisa bukan sehat yang didapat, tapi malah membuatmu semakin stres. Ternyata mindset dan tujuan berolahraga berpengaruh besar, loh terhadap hasilnya.

Rasa menyesal atau takut setelah makan

Sebagian orang pasti pernah merasa menyesal setelah mengonsumsi junk food atau es krim. Biasanya, karena takut berat badan naik setelah makan. Sebenarnya, kamu ngga perlu merasa takut atau menyesal yang berlebihan. Makanan yang dianggap jahat, belum tentu seburuk itu, kok!

person holding burger

Makanan yang kamu konsumsi, ngga semua harus berlebel organik dan rendah kalori, ya! Lagi-lagi mindset berpengaruh besar dalam menentukan konsumsi makanan harianmu. Penelitian yang dilakukan di Yale University, USA dengan memberikan label pada 2 jenis milkshake dengan label berkalori tinggi dan berkalori rendah.

Hasilnya sangat mengejutkan, loh! Orang-orang merasa lebih kenyang setelah mengonsumsi milkshake dengan label berkalori tinggi daripada label berkalori rendah. Padahal sebenarnya kedua milkshake ini, memiliki jumlah kalori yang sama. Wah, luar biasa ya ternyata kekuatan pikiran!

Menghindari jenis makanan, tanpa tahu alasannya

Bagi orang-orang yang memiliki alergi, sudah pasti menghindari makanan yang memicu alerginya. Begitu pula dengan orang-orang yang sedang sakit dan memiliki pantangan terhadap suatu makanan. Tapi, kalau kamu ngga mengalami keduanya, apa perlu mengurangi asupannya? Misalnya menolak untuk mengonsumsi, jika bukan roti terbuat dari gandum utuh, karena dirasa lebih sehat.

Bahkan berpikir bahwa mengonsumsi roti biasa bisa membawa efek buruk bagi kesehatan. Jangan sampai overthinking dan menganggap semua makanan adala ‘musuh’, ya! Kamu bisa memicu terjadinya orthorexia nervosa, gangguan makan karena obsesi berlebih pada makanan sehat. Sesuaikanlah makanan yang dikonsumsi sesuai kebutuhanmu!

Pada dasarnya, setiap produk pangan punya kelebihan dan kekurangnya masing-masing. Kamu hanya perlu sedikit mengaturnya, agar bisa mendapat manfaat yang maksimal dan menghindari efek negatifnya. Tapi, jangan sampai kebiasaan buruk ini membuatmu stres dan merasa tertekan. Jangan lupa bagikan artikel ini, ya, Teman Sehat! Good food, good mood!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *