Tips Menyimpan ASI Perah

Sahabat Sehat, memerah ASI merupakan salah satu cara bagi ibu untuk tetap bisa memberikan ASI ekslusif meskipun sedang ditengah kesibukan bekerja. Demi mengoptimalkan tumbuh kembang bayi, tentunya ini menjadi momen penting yang ngga boleh dilewatkan. Lantas, bagaimana cara menyimpan ASI yang benar? Berikut ini tips menyimpan ASI yang sudah diperah.

meyimpan asi perah
Foto: Freepik.com

Perhatikan ini sebelum memerah

Sebelum memerah ASI, pastikan tangan sudah dalam keadaan bersih dengan mencucinya menggunakan sabun dan air mengalir. Kamu juga bisa menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Jika ingin menggunkaan pompa, pastikan seluruh bagian pompa juga sudah dalam keadaan bersih, ya!

Hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu tempat yang akan digunakan untuk menyimpan ASI perah. Gunakan botol kaca atau botol plastik yang ngga mengandung zat berbahaya seperti Bisphenol-A (BPA). Hindari juga menggunakan botol atau plastik sekali pakai untuk menyimpan ASI. Sebelum digunakan, botol yang sudah bersih bisa direndam terlebih dahulu selama 5 hingga 10 menit dalam air panas. Selain merendamnya secara manual, penggunaan alat strerilisasi elektrik juga dibolehkan. Hati-hati ya, saat sedang menstrerilisasi botol kaca karena rentan untuk pecah bila terkena suhu tinggi.

Berapa lama bisa disimpan?

Lama penyimpanan ASI perah akan tergantung pada suhu penyimpanan. Jika disimpan dalam suhu 25°C, ASI yang baru diperah bisa bertahan kurang lebih 4 jam. Sedangkan bila disimpan pada kulkas (suhu 4°C) ASI bisa bertahan hingga 4 hari. Penyimpanan pada freezer bersuhu -18°C atau dibawahnya juga bisa dilakukan, sehingga ASI bisa disimpan 6-12 bulan. Jangan lupa berikan label berisikan tanggal dan waktu perah pada botol, supaya kamu ngga lupa sudah berapa lama ASI tersebut disimpan.

Perlu diperhatikan pula, semakin lama waktu menyimpanan kandungan zat gizi yang ada dalam ASI mungkin saja mengalami perubahan dan beberapa kandungan gizi bisa hilang saat dibekukan. Meskipun begitu, kandungan gizi pada ASI yang dibekukan masih jauh lebih baik dari susu formula, loh!

tips menyimpan asi perah
Foto: Freepik.com

Tips lainnya saat menyimpan ASI

Kalau kamu merasa ASI ngga habis setelah 4 hari disimpan dalam kulkas, segera pindahkan ke bagian freezer. Usahakan untuk ngga mengisi botol hingga penuh karena kemungkinan volume susu akan mengembang bila dibekukan. Simpan juga dalam jumlah secukupnya, karena ASI beku yang sudah dicairkan hanya bisa bertahan 1-2 jam di suhu ruang atau 24 bila dimasukkan lagi ke kulkas, dan sebaiknya jangan dibekukan kembali.

Sahabat Sehat, selama menyimpan ASI di kulkas atau freezer, pastikan ngga terjadi perubahan suhu yang drastis. Akan lebih baik kalau kamu menyimpannya di kulkas bagian dalam yang ngga berdekatan dengan pintu kulkas. Lalu bagaimana jika mati lampu? Kamu bisa meletakkannya pada storage box berisi kantung es dan menyimpannya maksimal selama 24 jam.

Nah, itulah beberapa tips menyimpan ASI perah yang bisa dilakukan di rumah. Yuk, dukung para ibu menyusui dengan bagikan informasi ini. Semoga bermanfaat, ya!

Referensi

CDC. Proper Storage and Preparation of Breast Milk
https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
Diakses pada 2 Agustus 2021

WBMD. Daniel J. DeNoon. Stored Breast Milk Loses a Bit of Pizzazz
https://www.webmd.com/parenting/baby/news/20041020/stored-breast-milk-loses-bit-of-pizzazz#1
Diakses pada 2 Agustus 2021

IDAI. Memerah ASI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/memerah-asi
Diakses pada 2 Agustus 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.