Tips Pemberian Makanan Bayi dan Balita Saat Bencana

Sahabat sehat, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan mengalami bencana alam karena kondisi geografisnya. Tentunya kamu perlu menyiapkan diri dari semua aspek sebelum terjadinya bencana. Salah satunya terkait kertesediaan makanan. Ada beberapa kelompok yang rentan yang perlu diperhatikan, seperti bayi dan anak. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

pemberian makanan bayi dan anak saat bencana
Foto; Pixabay.com

Bencana dan Kelompok Rentan

Bencana merupkan peristiwa yang bisa mengancam dan menganggu kehidupan masyarakat. Peristiwa ini disebabkan oleh faktor alam maupun non alam dan bisa menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda yang berdampak terhadap psikologis.

Sahabat Sehat, berikut ini kelompok rentan yang menjadi fokus utama ketika terjadi bencana. Diantaranya, bayi yang memiliki Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); anak yang berusia dibawah 2 tahun yang tidak mendapat ASI; bayi dan anak dari ibu yang mengalami stress atau depresi; anak yang terpisah dari orang tua maupun keluarganya; masyarakat yang prevalensi kasus HIV sedang atau tinggi; bayi dan anak yang mengalami status gizi kurus (wasting), stunting, dan defisiensi zat gizi mikro; ibu hamil dan menyusui; serta kelompok lansia.

Pemberian Makanan Bayi dan Anak saat Bencana (PMBA-B)

Sahabat Sehat, Pemberian Makanan Bayi dan Anak saat Bencana (PMBA-B) sangatlah penting dilakukan. Hal ini karena bayi dan anak merupakan kelompok yang sangat rentan menerima dampak dari situasi bencana dan belum bisa mengonsumsi semua jenis makanan yang tersedia di tempat pengunsian. Jika ngga ditangani dengan baik, bayi dan anak mempunyai kemungkinan risiko lebih tinggi terkena penyakit hingga mengalami kematian. Risiko kematian ini terjadi akibat diare, kekurangan gizi dan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan saat terjadi bencana.

Terlebih jika terjadi beberapa kendala, seperti kondisi ibu yang mengalami stress akan berpengaruh terhadap pengeluaran ASI, ngga adanya sumbangan makanan dalam bentuk pengganti ASI, terbatasnya pangan lokal yang tersedia, kekurangan air bersih dan bahan bakar, serta ngga tersedianya dapur khusus PMBA yang mungkin juga terjadi di lokasi bencana.

pemberian makanan bayi dan anak saat bencana
Foto: Pexels.com

Tips PMBA-B

PMBA-B yang bisa diterapkan, yakni bayi tetap diberikan ASI. Pentingnya ASI terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat penting. Tetap diusahakan bayi diberikan ASI. Pemberian ASI kepada anak perlu didukung penuh, misalnya seperti penyediaan tempat khusus ibu menyusui. Pemberian makanan selain ASI hanya diberikan jika pada kondisi tertentu dan dalam pengawasan tugas kesehatan.

Selain itu, pemberian MP-ASI dengan menggunakan pangan lokal juga bisa dilakukan. Namun, jika kamu ngga bisa menemukan bahan di wilayah tersebut, kamu bisa menggunakan MP-ASI pabrikan yang sudah di fortifikasi dengan zat gizi mikro, seperti zink dan zat besi. Saat memberikan MP-ASI, kamu juga perlu memperhatikan prinsip aman, cukup gizi, dan diberikan secara tepat, yang artinya tepat sesuai usia bayi dan kondisi bayi ketika lapar.

Sahabat Sehat pemberian makanan bayi dan anak saat bencanan tentunya perlu mendapat dukungan oleh semua pihak. Bukan hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan saja, tapi masyarakat sekitar juga perlu sama-sama membantu PMBA-B suapya bisa berjalan dengan tepat. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak. 2020. Kementerian Kesehatan RI. https://drive.google.com/file/d/12Co-58MZ61iBsAZpwCXUUO7HD8EcPN2G/view?usp=sharing

Haniarti dkk. 2020. Manajemen Penanganan Gizi Balita Pasca Bencana. Jurnal Umpar. 1(1).

Sudiman, Herman. 2001. Kajian Masalah Gizi dalam Kedaruratan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Badan Litbangkes. Depkes RI. https://media.neliti.com/media/publications/66292-ID-kajian-masalah-gizi-dalam-kedaruratan-ak.pdf

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.