Traveling untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Saat sekarang ini, isu mengenai kesehatan mental sangat menarik perhatian publik. Begitu banyak kampanye dan edukasi peduli kesehatan mental bertebaran di media sosial. Hal ini bertujuan supaya masyarakat menjadi lebih aware terhadap isu ini, terutama bagi remaja sebagai kelompok yang paling rawan. Selain itu, hal ini akan menjadi dukungan sosial bagi penderita berbagai masalah kesehatan mental.

Sahabat Sehat tahu ngga, kalau traveling menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental? Tapi sebelumnya, yuk kenalan dulu dengan kesehatan mental.

Kesehatan Mental

Sehat mental artinya seseorang bebas dari apapun bentuk gejala penyakit atau gangguan mental, sehingga mereka bisa menjalani kehidupan dengan kondisi yang baik dan mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi masalah yang ditemui. Penyakit mental ini ngga hanya satu, melainkan sangat beragam, mulai dari gangguan kecemasan hingga depresi ringan dan berat.

Kesehatan mental ini sama pentingnya dengan kesehatan fisik loh, Sahabat Sehat! Menurut berbagai penelitian, kesehatan mental dan kesehatan fisik ini saling berkaitan. Seseorang yang memiliki masalah medis, tak jarang juga menunjukkan adanya masalah psikis hingga gangguan mental. Begitu juga dengan yang mengalami gangguan mental, seringkali juga menampakkan terjadi gangguan fisik pada tubuhnya.

Berbagai upaya preventif atau pencegahan bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental seseorang. Salah satu caranya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan penyuluhan. Tapi, ada satu cara lagi yang menarik perhatian, yakni menjaga kesehatan mental dengan melakukan perjalanan.

Traveling dan Kesehatan Mental

Jadi traveling atau berwisata bisa diartikan sebagai melakukan perjalanan atau kegiatan di luar tempat tinggal tanpa melibatkan rutinitas yang dilakukan sehari-hari. Yap, tujuan dari perjalanan ini biasanya bertujuan untuk mencari suasana baru atau sekadar menjernihkan pikiran. Lokasi tujuannya bisa sangat beragam, ngga harus berpergian jauh untuk bisa disebut sebagai traveling.

Seorang traveler (sebutan untuk orang yang melakukan perjalanan), memiliki berbagai tujuan saat memutuskan melakukan perjalanan, tapi biasanya dilakukan untuk memberikan kepuasan psikologis atau biasa juga disebut dengan psychological well-being. Melakukan perjalanan membuat kamu bisa menarik diri dari lingkungan yang buruk untuk sementara waktu, sehingga stress yang menjadi salah satu penyebab gangguan mental bisa dihindari.

Setiap orang yang melakukan perjalanan akan mendapatkan psychological well-being yang berbeda. Dalam suatu studi disebutkan bahwa, terdapat dua tipe traveling yang memberikan dampak positif bagi psikologis, yakni soft traveling dan camping traveling. Soft traveling merupakan perjalanan yang dilakukan bersama-sama di tempat yang nyaman dengan risiko rendah, sedangkan camping traveling dilakukan dengan fokus pengalaman individu dengan alam.

Nah, itulah manfaat traveling untuk kesehatan mental. Meskipun cara melepas stress setiap orang itu berbeda, ngga ada salahnya mencoba rehat sejenak dengan melakukan travelling. Jadi, weekend ini mau jalan-jalan ke mana, Sahabat Sehat?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Referensi:
Akhrani LA, Alhad MA, Najib A, Almira H, Maulida SA, Dewi CF, Yolanda C.  2020. Hallo traveler, how happy are you? Psychological well-beingtraveler ditinjau dari big five personality dan traveling type. JIPT 8(2):160-176.
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jipt/article/view/11281/pdf

Dewi KS. 2012. Kesehatan Mental. Semarang: UPT UNDIP Press. http://eprints.undip.ac.id/38840/

Putri AW, Wibhawa B, Gutama AS. 2015. Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan dan Keterbukaan Masyarakat terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2(2):147-300.
https://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/13535

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.