Halo Teman Sehat! Siapa yang ngga kenal tempe? Produk asli Indonesia ini sudah mendunia. Bahan pangan ini hampir setiap hari ada di piring makan masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih, harganya yang terjangkau, dan kandungan gizinya yang tinggi, menjadikan tempe sebagai primadona di meja makan kita.

Sumber: pixabay.com
Tempe merupakan bahan pangan kaya manfaat. Umumnya masyarakat kita mengenal tempe berbahan baku kacang kedelai. Ternyata, ada loh bahan baku dan jenis-jenis tempe lainnya. Yuk, simak macam-macam tempe non kedelai berikut!
1. Tempe benguk
Tempe benguk menggunakan kacang koro sebagai bahan baku pengganti kacang kedelai. Kadar protein kacang koro ternyata ngga kalah dari kacang kedelai. Proses pembuatannya meliputi: kacang koro dicuci dan direbus, direndam, ditumbuk, dicuci kembali, dikukus, didinginkan, dan diberi ragi tempe kemudian difermentasi.
Tempe benguk biasa dijumpai di desa-desa di Yogyakarta dan Surakarta. Manfaat tempe benguk di antaranya menurunkan kadar gula darah, serta kaya serat pangan dan isoflavon.
2. Tempe kacang merah

Sumber: pixabay.com
Tempe kacang merah masih jarang ditemui di pasaran. Namun, melihat potensi yang dimilikinya, beberapa peneliti tertarik untuk mengembangkan kacang merah menjadi tempe. Proses pembuatannya mirip dengan tempe kedelai pada umumnya, hanya saja durasi fermentasi tempe kacang merah lebih lama dibanding kacang kedelai, yaitu masing-masing 60 jam dan 53 jam. Hal ini disebabkan tekstur kacang merah lebih keras daripada kacang kedelai.
Beberapa orang kurang menyukai aroma tempe kacang merah karena terbiasa dengan aroma tempe kedelai. Meskipun begitu, tempe kacang merah tampaknya menggiurkan untuk dicoba karena perpaduan rasanya yang gurih dan legit ditambah teksturnya yang renyah. Tempe kacang merah mengandung serat, zat besi, vitamin B, kalsium yang bermanfaat bagi tubuh sehingga cocok dijadikan variasi hidangan lauk pauk sehari-hari.
3. Tempe kacang tanah
Sama seperti kacang non kedelai lainnya, kacang tanah dinilai berpotensi untuk diolah menjadi tempe. Proses pembuatannya juga mirip seperti tempe kedelai, yakni kacang tanah direbus, kulit arinya dikupas, direndam dengan asam cuka hingga mencapai pH 4-5 selama 7 jam. Kacang ditiriskan dan dicuci, dikukus 15 menit, didinginkan, diberi ragi tempe, dikemas dan dilakukan fermentasi pada suhu 30oC selama 36 jam.
Tempe kacang tanah dibungkus menggunakan daun pisang sehingga menghasilkan struktur yang padat dan miselium putih yang menutupi seluruh permukaan. Warna, aroma, dan tekstur tempe kacang tanah cukup disukai, namun rasanya cenderung kurang disukai karena ada rasa pahit. Sebenarnya, rasa pahit bisa dihilangkan dengan memodifikasi proses pembuatan. Kandungan kalori dan lemak tempe kacang tanah lebih tinggi dibandingkan tempe kedelai. Sedangkan, kadar proteinnya ngga terlalu berbeda.
4. Tempe mie instan

Sumber: pixabay.com
Teman Sehat pernah mendengar tempe yang unik ini? Tempe ini bukan terbuat dari kacang-kacangan, tapi sumber karbohidrat! Cara membuatnya cukup sederhana. Mie direbus hingga ¾ matang, lalu ditiriskan dan dikeringkan. Beri sejumput ragi tempe, aduk rata. Masukkan mie ke dalam kemasan mie instan yang sudah dibersihkan, lalu tutup rapat. Lubangi semua sisi kemasan dengan jarak 1-2 cm. Simpan pada suhu 27-32oC selama 24-30 jam, tempe mie siap dipanen dan diolah.
Gimana Teman Sehat, unik-unik ya? Kalau kamu punya informasi jenis-jenis tempe lainnya, yuk share di kolom komentar berikut!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz
