Waspadai Gangguan Makan Pada Anak

gangguan makan pada anak
Foto: Pixabay.com

Penyakit gangguan makan atau eating disorder bisa dikaitkan dengan gangguan psikologis dan fisik. Gangguan makan biasanya akan mudah terlihat pada usia remaja sampai dewasa, tapi ngga jarang juga ditemukan pada anak-anak. Bagaimana gejalanya?

Gangguan makan pada anak

Banyak yang mengira gangguan makan lebih banyak menyerang anak perempuan, padahal kenyataannya anak laki-laki juga memiliki risiko yang sama untuk mengidap penyakit ini. Gangguan makan akan lebih mudah ditangani jika sudah dideteksi sejak dini, tapi memang kenyataannya gangguan makan pada anak lebih sulit dikenali karena sifat dasar anak-anak yang terkadang susah disuruh makan atau lebih pemilih terhadap makanan.

Anak-anak yang memiliki orang tua atau saudara yang mengalami gangguan makan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama, begitupun anak dengan penyakit mental dan fisik yang serius seperti depresi atau diabetes.

Beberapa ciri psikologis pada anak yang mengalami gangguan makan, yakni anak jadi takut sakit perut, sering marah dan ke kamar mandi saat makan, serta khawatir dengan penampilannya. Sedangkan untuk ciri-ciri fisiknya, yaitu berat badan yang berkurang, pertumbuhan yang terhambat jika dibandingkan anak lain yang seusia, penipisan rambut, dan masalah pencernaan.

Jenis ganguang makan pada anak

mengenal gangguan makan pada anak
Foto: Pixabay.com

Menolak makan makanan tertentu

Ini merupakan gangguan makan yang paling banyak dialami anak-anak. Gejalanya yaitu anak menghindari makanan tertentu, biasanya karena mereka ngga suka tekstur dan baunya atau karena mereka takut jadi sakit kalau memakan makanan tersebut. Perilaku ini sangat umum terjadi pada anak, meskipun begitu orang tua perlu waspada jika asupan gizi anak sampai terganggu.

Pica

Pica merupakan gangguan makan saat anak terlalu sering mengkonsumsi sesuatu yang bukan makanan yang biasanya terjadi pada balita. Sesuatu tersebut bisa saja berupa objek berbahaya seperti pasir, sabun, atau bahkan rambut. Jenis gangguan makan ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan dari orangtua.

Anorexia nervosa

Gangguan makan yang satu ini biasa dikenal dengan istilah anoreksia. Anak yang menderita anoreksia akan terus berpikir bahwa tubuh mereka gemuk, padahal kenyataannya tidak. Akhirnya anak menjadi sangat terobsesi untuk mengurangi porsi makanan demi mengontrol berat badan mereka. Pada beberapa kasus anak mungkin sengaja memuntahkan makanan yang sudah mereka makan.

Dalam mengatasi gangguan makan pada anak, butuh kombinasi pendekatan dari segi mental dan fisik. Sebagai permulaan, orang tua sebaiknya tetap tenang dan menasihati anak pelan-pelan. Beri anak edukasi tentang manfaat dari makanan yang mereka makan. Hindari juga pembicaraan yang mengarah pada ekspekstasi bentuk dan berat badan ideal yang ngga realistis. Ajari anak untuk bisa menerima diri mereka apa adanya dan memahami konsep tubuh sehat secara tepat.

Kalau nasihat biasa sudah ngga berpengaruh, sebaiknya segera bawa anak ke dokter yang bisa menangani dengan lebih profesional. Ingat ya Sahabat Sehat, gangguan makan akan lebih mudah disembuhkan kalau ditangani sejak dini.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Healthychildren.org. 2020. Identifying and Treating Eating Disorders. https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/Identifying-and-Treating-Eating-Disorders.aspx. Diakses pada 16 Agustus 2021

Psycom. 2019. Eating Disorders in Children 12 and Under: Learn the Warning Signs. https://www.psycom.net/eating-disorders-in-children. Diakses pada 16 Agustus 2021

KidsHealth. 2019. Eating Disorders. https://kidshealth.org/en/parents/eating-disorders.html. Diakses pada 16 Agustus 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.