Waspadai Gangguan Penglihatan pada Bayi Prematur

Halo Teman sehat! Punya bayi yang sehat dan sempurna tentunya menjadi dambaan setiap orang tua. Tapi, karena beberapa hal bayi terlahir secara prematur bahkan dengan penyakit bawaan. Nah, kali ini akan dibahas salah satu gangguan yang mungkin akan dialami bayi yang terlahir dengan keadaan tersebut. Yuk, cari tahu!

Bayi prematur itu apa sih?

Bayi disebut prematur jika lahir pada minggu ke 37 kehamilan atau lebih cepat. Kelahiran normal pada umumnya berusia 40 minggu, sehingga bayi prematur memiliki lebih sedikit waktu untuk berkembang lebih sempurna dalam rahim, dampaknya lebih berisiko mengalami komplikasi kesehatan dan kecatatan. Efek yang bisa terjadi yaitu gangguan penglihatan dan pendengaran, karena perkembangan akhir dari penglihatan dan pendengaran terdapat di minggu akhir kehamilan. Gangguan penglihatan yang umumnya terjadi yaitu retinopati prematuritas.

Baca juga : Jangan Biasakan Beri Makan Bayi di Waktu Ini

Apa itu retinopati prematuritas?

Retinopati prematuritas adalah kelainan pada mata yang terjadi ketika pembuluh darah pada mata berkembang secara tidak normal. Hal ini bisa terjadi karena masa kelahiran yang lebih awal bisa mengganggu perkembangan normal pembuluh darah. Retinopati prematuritas  merupakan gangguan penglihatan yang umumnya terjadi pada bayi prematur, terutama pada bayi lahir di minggu ke 31 atau lebih cepat.

Baca juga : Yuk Mulai Perhatikan Kesehatan Mata Kita!

Retina merupakan jaringan lapisan dibagian belakang bola mata. Pembuluh darah abnormal bisa merusak retina yang ditandai dengan retina yang membengkak dan mengelurakan darah, selain itu juga terbentuk jaringan parut yang menarik retina dari lapisan bagian dalam ke arah pusat bola mata. Ketika hal ini terjadi, retina bisa melepaskan diri dari bola mata sehingga memicu timbulnya masalah penglihatan atau bahkan kebutaan. Bahaya kan Teman Sehat?

Retinopati prematuritas menjadi mayoritas penyebab kebutaan pada anak-anak di negara berkembang dan miskin. Di Indonesia sendiri setidaknya 1 dari 3 bayi prematur yang dilahirkan terkena retinopati prematuritas.

Bagaimana gejala dari Retinopati prematuritas?

Pada kasus ini, retina dalam kondisi berat karena terjadi kebocoran pembuluh darah sehingga akan menimbulkan gejala seperti pupil berwarna putih, gerakan bola mata yang abnormal, mata juling, atau rabun dekat.

Wah, bahaya juga ya ternyata dampaknya. Teman Sehat bisa mendeteksi gangguan retinopati prematuritas melalui berbagai metode seperti alat oftalmoskopi. Pemeriksaan pada bayi prematur bisa dilakukan pada enam minggu setelah persalinan dan seterusnya rutin setiap minggu hingga pembuluh darah retina terbentuk sempurna.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

 

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *