Yuk, Cegah Stunting dengan Makan Ikan

Sahabat Sehat, Indonesia mempunyai potensi hasil laut yang tinggi karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan. Selain itu, terdapat berbagai sumber air tawar dan payau dengan berbagai jenis ikan di alam Indonesia.

Nah, hasil yang berlimpah ini perlu dioptimalkan, salah satunya dengan dikonsumsi. Kandungan gizi yang lengkap pada ikan sangatlah baik untuk tumbuh kembang anak, terutama sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya stunting. Yuk, simak pentingnya mengonsumsi ikan dalam mencegah stunting.

Apa itu stunting?

cegah stunting
Foto: Freepik.com

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang, khususnya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini ditandai dengan panjang/tinggi badan dibawah angka normal dan disebabkan oleh berbagai faktor seperti asupan gizi, penyakit dan gangguan metabolik, kebersihan diri dan lingkungan, serta genetik.

Akibatnya bisa terjadi gagal tumbuh, gangguan kecerdasan, hingga terjadinya gangguan metabolik tubuh. Nah, untuk mencegah hal ini terjadi pemenuhan asupan gizi anak dan calon ibu perlu diperhatikan, bahkan sejak usia remaja dan masa kehamilan.

Keunggulan gizi ikan

Ikan mengandung berbagai zat gizi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan, khususnya dalam upaya mencegah stunting pada kelompok 1000 HPK. Kandungan protein tinggi dengan komposisi 12 asam amino esensial, mudah dicerna, tinggi kalori, serta asam lemak omega-3 lebih tinggi dari daging dan ayam. Selain itu, terdapat pula kandungan vitamin (A, D, B kompleks) dan mineral yang berupa kalsium, fosfor, zink, zat besi, selenium dan iodium yang berfungsi dalam meningkatkan kecerdasan, produksi hormon pertumbuhan serta sistem kekebalan tubuh.

Konsumsi ikan bisa cegah stunting

Berdasarkan penelitian, peningkatan konsumsi ikan berhubungan dengan perkembangan otak sejak tebentuknya janin dalam kandungan. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap kecerdasan ketika kelak bayi dilahirkan hingga usia masuk sekolah. Kandungan asam lemak omega-3, DHA, EPA yang terakumulasi dalam tubuh anak akan meningkatkan performa skor kecerdasan (IQ point) yang bisa dilihat dari banyaknya sel syaraf di otak.

konsumsi ikan untuk cegah stunting
Foto: Freepik.com

Selain itu, anak yang banyak mengkonsumsi ikan akan memiliki kualitas tidur lebih baik dibandingkan yang jarang atau bahkan ngga mengkonsumsi ikan. Saat tidur tubuh akan lebih optimal dalam melakukan regenerasi sel (pergantian sel tubuh yang sudah rusak dengan sel yang baru) dan mengoptimalkan terbentuknya hormon pertumbuhan.

Penelitian juga menyebutkan kolagen dalam protein ikan baik untuk membentuk tinggi kerangka tubuh. Rutin mengonsumsi ikan lebih dari 3 kali seminggu saat kehamilan bsia membantu mendukung bayi lahir dengan kondisi panjang badan yang normal.

Tips konsumsi ikan

Remaja puteri dan ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi ikan yang bisa dimakan dengan kulitnya dan memiliki tulang yang lembut karena kaya kandungan kolagen, mineral dan zat gizi lain seperti ikan kembung, teri dan seluang. Cara mengolahnya juga beragam, bisa dengan dengan tim, pepes atau pindang (100-200 gr sehari). Sedangkan ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 4 kali seminggu, dengan 3 porsi sehari  ukuran 50-70 gram sesuai pedoman gizi seimbang.

makan ikan untuk cegah stunting
Foto: Freepik.com

Bagi anak dibawah dua tahun ikan bisa dimasukkan dalam MPASI, hal ini juga dilakukan untuk mengenalkan cita rasa ikan sejak dini, sehingga nantinya anak sudah terbiasa dan ngga pilih-pilih makanan. Pilihlah ikan yang dengan kulit dan tulang lembut atau bahkan yang sudah bebas dari tulang untuk menghindari trauma ketulangan.

Selain itu bagaimana cara kamu mengolah MPASI juga perlu diperhatikan, loh! Konsumsi ikan yang aman dan cukup sesuai gizi seimbang bisa mencegah stunting. Yuk makan ikan supaya anak tumbuh sehat dan cerdas.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Kementrian Kedehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang.

G. Dewey. 2016. Maternal & Child Nutrition.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.