Yuk, Perhatikan Asupan Karbohidrat Kamu!

Teman Sehat, pasti udah ngga asing kan dengan penyakit diabetes? Yap, salah satu penyakit tidak menular (PTM) ini, banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, angka kejadian diabetes di Indonesia mengalami kenaikan yang relatif signifikan dari 1,3% pada tahun 2013 menjadi 2,0% di tahun 2018.

Sayangnya, penyakit ini ngga bisa disembuhkan total, tapi hanya bisa diatur agar ngga memperparah kondisinya. Salah satu caranya yaitu dengan menerapkan diet 7J, yaitu Jadwal makan, Jenis makanan, Jumlah makan, Jurus mengolah, Jurus menyiapkan, Jurus mengonsumsi dan Jurus gerak.

Jenis makan

Jenis makanan yang dikonsumsi penderita diabetes melitus (DM), tentu harus diperhatikan, karena jenis makanan yang dikonsumsi, bisa memengaruhi kadar gula darah. Penderita diabetes, sebaiknya mengindari jenis makanan yang bisa menaikkan kadar gula darah secara signifikan, apalagi pemilihan jenis karbohidrat sebagai makanan utama.

Indeks glikemik

Tinggi rendahnya kadar gula suatu makanan, dipengaruhi oleh nilai indeks glikemik (IG) pada makanan. Semakin tinggi nilai IG pada suatu makanan, maka kenaikan kadar gula darah akan meningkat. IG suatu makanan, dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti komposisi zat gizi di dalam makanannya dan lamanya proses memasak.

Semakin lama makanan terkena panas, maka akan semakin tinggi nilai IG-nya. Hal ini dikarenakan semakin lama dimasak, maka makanan akan mudah dicerna, sehingga lebih mudah meningkatkan kadar gula darah. Contohnya, nasi yang selalu dihangatkan dalam rice cooker, akan memiliki nilai IG yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang ngga dihangatkan.

Sebaiknya, konsumsi jenis karbohidrat apa, ya?

Nasi, kentang, atau roti?

Pertanyaan di atas, adalah salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di benak penderita DM. Jika dilihat dari nilai IG-nya, IG nasi tim (73) yang ngga dihangatkan memiliki skor lebih rendah daripada roti tawar putih (IG=75), dan kentang rebus (IG=78).

Sumber karbohidrat yang baik, ngga cuma dilihat dari jenisnya aja, tapi dipengaruhi oleh faktor lain, seperti yang ada pada 7J. Jadi, langkah terbaik buat memenuhi kebutuhan karbohidratnya yaitu, jangan mengandalkan dari satu tahap jenis aja, tapi juga yang lainnya. Akan percuma jika kamu mengonsumsi makanan rendah IG, tapi dalam jumlah yang banyak.

Nah, sekarang sudah lebih jelas kan, Teman Sehat? Jadi untuk memilih sumber karbohidrat, jangan hanya berpatokan pada 1 faktor saja ya, pertimbangkan juga faktor yang lainnya. Salam Sehat!

Editor dan Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *