Zat Gizi Penting dalam Penyembuhan Luka

Luka menjadi suatu hal yang paling sering dialami, seperti luka ringan karena terkena pisau, luka bakar sampai dengan luka pasca tindakan klinis operasi. Sahabat Sehat, ternyata selain menggunakan obat, proses penyembuhan luka bisa di-support dengan zat gizi tertentu loh! Zat gizi apa saja sih yang penting untuk luka? Berikut ulasannya untuk kamu.

zat gizi pdalam penyembuhan luka
Foto: Freepik.com

Protein

Masih banyak tabu dikalangan masyarakat bahwa mengonsumsi sumber protein seperti ayam dan telur dipercaya memperparah kondisi luka. Justru sebaliknya, protein merupakan zat gizi yang bisa membantu penyembuhan luka, selama mengalami luka maka terjadi peningkatan metabolisme di daerah luka dan menyebabkan kehilangan sejumlah besar protein melalui eksudat luka.

Oleh karena itu pada luka kronis diperlukan peningkatan asupan protein sampai 25% dan energi 50%. Selain itu protein berperan dalam pembentukan sel baru yang rusak karena luka, membantu menjaga imunitas dan mengurangi serta mencegah inflamasi. Tapi pemilihan sumber protein perlu menjadi perhatian bila kamu punya alergi atau kondisi kesehatan tertentu.

Asam Amino

Bentuk sederhana dari protein ini merupakan zat gizi mikro yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka, diantara banyaknya jenis asam amino yang paling berperan yaitu arginin dan glutamin yang merupakan prekursor nitric oxide dan proline yang berperan penting dalam proses inflamasi dan sintesis kolagen.

Arginin dapat merangsang produksi dan sekresi hormon pertumbuhan serta mengaktivasi aktivitas sel T. Pada pasien dengan asupan protein cukup direkomendasikan dosis suplementasi sebesar 4,5 g/hari. Sedangkan glutamin berperan dalam metabolisme, enzimatik, antioksidan dan imunitas. Glutamin dapat mencegah terjadinya infeksi dan inflamasi dengan mengatur ekspresi heat shock proteins.

zat gizi pdalam penyembuhan luka
Foto: Freepik.com

Vitamin A dan C

Vitamin merupakan zat gizi mikro yang paling banyak diteliti dan terbukti memiliki hubungan dengan penyembuhan luka. Vitamin A memiliki peranan dalam penyembuhan luka dengan cara memodulasi aktivitas sel epitel dan endotel, melanosit dan fibroblast dengan mengikat reseptor asam retinoat.

Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan terganggunya fungsi vitamin B dan sel T yang berperan dalam pembentukan antibodi selama masa inflamasi. Terrmasuk juga mengganggu proses perkembangan jaringan, epitelisasi dan sintesis kolagen. Vitamin C juga penting dalam penyembuhan luka, karena dapat melawan radikal bebas yang menyebabkan inflamasi dan berperan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Mineral Seng

Sebenarnya setiap mineral berperan dalam proses penyembuhan luka karena berkaitan dengan fungsinya sebagai faktor struktural enzim, metaloenzim dan antioksidan. Salah satunya yaitu seng yang memiliki peran untuk proses replikasi DNA dalam sel, pada fase inflamasi seng juga berperan dalam meningkatkan respon imun dan mencegah timbulnya komplikasi infeksi dengan mengaktifkan limfosit dan memproduksi antibodi.

Tips Meningkatkan Asupan Protein dan Energi

Konsumsi protein dan energi perlu ditingkatkan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Misalnya, kamu bisa makan lebih sering jika kamu ngga bisa makan dalam porsi besar. Bagi makanan menjadi enam kali makan dalam sehari dalam porsi kecil.

Mengombinasikan bebrbagai jenis pangan seperti mencampurkan kentang tumbuk dengan keju dan alpukat juga bisa dilakukan, supaya kebutuhan gizi makro dan mikro dapat terpenuhi. Kamu juga bisa mengonsumsi minuman yang mengandung protein dan energi seperti susu dan jus.

Selain pemenuhan zat gizi di atas mencegah dehidrasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan karena keseimbangan cairan juga berperan dalam proses percepatan penyembuhan luka. Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Mulyanto dan Dian KY. 2022. Gizi yang Tepat padaPenyembuhan Luka. http://www.jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/PJPM/article/view/677/332 . Diakses Pada Tanggal 24 Juni 2022.

Barchitta M et al. 2019. Nutrition and Wound Healing: An Overview Focusing on the Beneficial Effects of Curcumin. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6429075/ . Diakses Pada Tanggal 24 Juni 2022.

Queensland Goverment. 2019. Nutrition and Wound Healing. https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0034/363994/hphe_wound.pdf . Diakses Pada Tanggal 24 Juni 2022.

Manuntungi AE, Irmayanti dan Ratna. 2019. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lamanya Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifasdi Ruang Perawatan Rumah SakitMitra Manakarra Mamuju. http://www.jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/nic/article/view/231/275 . Diakses Pada Tanggal 24 Juni 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.