4 Mitos tentang HIV/AIDS yang Ternyata Ngga Semua Bener!

mitos tentang hiv/aids

Halo Teman Sehat! Banyak banget asumsi dan mitos tentang HIV/AIDS yang beredar di masyarakat. Tapi, emang semuanya bener?

Yuk bahas 5 mitos tentang HIV/AIDS yang beredar di masyarakat!

1. Dinyatakan positif terhadap virus HIV, berarti telah memasuki fase AIDS

Kamu udah tau kan kalau penyebab penyakit ini adalah virus yang bernama human immunodeficiency virus (HIV)? Tidaklah benar jika dinyatakan positif terhadap virus HIV berarti secara langsung terserang AIDS juga. Seseorang dinyatakan positif HIV jika di dalam dirinya terdapat virus HIV, dimana virus ini akan menghancurkan sistem kekebalan tubuh CD4 yang bertugas membantu melawan penyakit.

Nah, AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome adalah tahap akhir dari serangan HIV, dimana penderita penyakit ini akan menunjukkan gejala-gejala yang sangat parah dan sudah terserang banyak penyakit lain karena sistem kekebalan tubuh yang semakin melemah. Tes akan menyatakan positif AIDS jika jumlah sel antibodi CD4 menurun dibawah 200 disertai dengan infeksi tertentu. Nah, biasanya seorang pasien akan memasuki fase AIDS setelah 4 hingga 20 tahun dari serangan HIV.

2. Tinggal menunggu waktu kematian untuk penderita HIV/AIDS sejak dinyatakan positif

Duh jahat banget ya kalau ada orang yang ngomong gini!

Kematian kan ngga ada yang tau kapan datangnya, yang pasti semua orang akan mengalaminya. Begitu juga dengan para penderita HIV/AIDS. Hanya saja, terlalu pesimis sekali jika kita menganggap vonis HIV/AIDS identik dengan waktu hidup singkat. Setiap penderita pasti bisa bertahan bahkan dapat hidup lebih lama dari yang diperkirakan karena rutin melakukan pengobatan, mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan, dan hidup dengan lebih ikhlas dan bahagia. Buktinya, banyak banget komunitas penderita HIV/AIDS yang justru bermanfaat dan menjadi inspirasi buat orang lain.

 3. Setiap orang bisa terkena virus HIV/AIDS

Apakah ini fakta atau cuma isu?

Yap! Semua orang bisa terinfeksi HIV/AIDS jika ia telah tertular. Bahkan, bayi pun bisa dinyatakan positif HIV/AIDS. Mulai dari perempuan, laki-laki, hingga anak-anak bisa berisiko terinfeksi HIV/AIDS. Perlu diingat, HIV/AIDS tidak menular dengan gampang.

4. Berhubungan seksual dengan sesama pasangan HIV, bisa jadi aman

Hal ini sama sekali ngga bener ya, Teman Sehat! Perlindungan saat berhubungan seksual harus tetap diutamakan walaupun keduanya telah dinyatakan positif HIV. Gimana kalau engga? Bisa jadi itu malah akan memperburuk komplikasi loh.

Itulah beberapa mitos yang harus diklarifikasi ya Teman Sehat! Supaya ngga sesat! (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *