Sahabat Sehat, tentunya sudah familiar dengan bunga telang. Teh bunga telang dengan warna birunya yang cantik sudah banyak diketahui manfaatnya untuk kesehatan. Tapi, tahukah kamu bahwa sekarang bunga telang sudah diakui oleh FDA sebagai ingredien untuk pewarna biru untuk makanan?
Arti pewarna makanan
Penambahan pewarna makanan digunakan dengan tujuan bisa memperbaiki penampilan makanan, meningkatkan ketertarikan konsumen, serta menyeragamkan dan mempertajam warna makanan. Bahan pewarna makanan terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni pewarna makanan alami dan pewarna sintetis.

Di Indonesia sendiri, penggunaan zat pewarna makanan diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI No. 235/MenKes/Per/VI/79 dan direvisi melalui SK Menteri Kesehatan RI No. 722/MenKes/Per/VI/88 mengenai bahan tambahan makanan. Dalam peraturan ini termuat petunjuk lengkap mengenai pewarna makanan baik yang diizinkan maupun yang dilarang.
Keunggulan pewarna bunga telang
Warna berbasis antosianin biru telah diteliti pada beragam bunga. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung antosianin terpoliasilasi yang ditandai dengan warna biru yang intens dan stabil. Menindaklanjuti petisi dari Sensient Technologies, FDA mengesahkan ekstrak air dari kelopak biru bunga telang sebagai zat aditif pewarna yang dibebaskan dari sertifikasi. Sensient Techonologies sebelumnya telah menjual pewarna biru dari bunga telang ke klien sebagai pewarna jus sayuran, di bawah Kode Peraturan Federal. Tahun 2018 lalu mengajukan petisi warna aditif dan disahkan oleh FDA pada September 2021.
Sensient Technologies menyatakan bahwa pewarna biru dari bunga telang “sangat stabil terhadap panas”, larut dalam air dan memiliki rentang warna dari biru cerah dan ungu pekat hingga hijau dedaunan alami, bergantung pada pH produk. Zat aditif ini aman untuk digunakan dalam minuman, minuman olahraga, minuman berkarbonasi, jus buah, krimer kopi, es krim dan dessert, buah olahan dalam yoghurt, permen karet, permen, dan lainnya.
Pengembangan pewarna alami bunga telang
Pewarna makanan alami diperoleh dari tanaman ataupun hewan yang berupa pigmen. Pengembangan pewarna biru alami untuk makanan adalah tantangan yang sudah lama digeluti industri ingredien. Tantangan utamanya, yaitu memastikan stabilitas dan ketahanan warna pada produk yang mungkin terkena berbagai kondisi dan persyaratan umur simpan.

Sensient Tech. mengembangkan zat aditif tersebut dengan menggabungkan air demineralisasi dengan kelopak bunga telang kering bebas pestisida, dengan proses ultrafiltrasi dan terkonsentrasi serta melibatkan pasteurisasi cairan. Ekstrak yang dihasilkan adalah 42% – 62% air, dengan antosianin sebagai komponen pewarna utama.
Sensient Tech. sendiri berharap dengan pengakuan ini, maka para produsen memiliki pilihan lebih beragam dalam penggunaan bahan pewarna alami biru dan mengurangi penggunaan bahan pewarna sintetis. Sebelumnya, untuk pewarna biru pada tahun 2019 GNT Group merilis bubuk dengan intensitas warna biru dari spirulina. Sensient juga turut mengembangkan pewarna dari alga beberapa tahun sebelumnya. Perusahaan lain, Archer-Daniels-Midland lewat Wild Flavors and Specialty Ingredient memegang hak paten atas warana huito blue, pewarna alami dari buah tropis.
Sahabat Sehat, tertarik untuk mencoba pewarna alami biru ini? Menurut kamu produk apa saja yang cocok memiliki warna biru?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

