Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu tahu stroke saat ini menjadi salah satu penyakit penyebab utama kematian di Indonesia? Menurut hasil data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi penyakit stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1000 penduduk. Menurut WHO, stroke adalah kondisi gangguan fungsi otak yang terjadi akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak yang berlangsung secara tiba-tiba selama 24 jam atau lebih.

Stroke dapat terjadi pada setiap kelompok umur mulai dari remaja hingga lansia. Pengguna rokok dan vape memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke akibat dampak negatif dari bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk meminalisir risiko terjadinya stroke.
Memperbaiki Pola Makan
Pola makan yang bergizi seimbang merupakan kunci untuk kesehatan jantung dan otak.
Konsumsi makanan tinggi natrium, gula dan lemak berlebih dapat meningkatkan risiko
terjadinya hipertensi, diabetes, dan dislipidemia yang bisa memicu stroke.
Contoh makanan yang tinggi gula, natrium, lemak, seperti minuman kemasan, snack dalam kemasan, dan goreng-gorengan. Berdasarkan pedoman gizi seimbang, maksimal mengonsumsi 4 sdm gula, 1 sdt garam, dan 5 sdm makan minyak per hari. Perbanyak konsumsi sumber makanan yang kaya serat, protein, vitamin, lemak tidak jenuh, seperti sayuran dan buah-buahan segar, ikan, minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan.

Aktivitas Fisik yang Teratur
Aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung. Direkomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama 5 hari seminggu. Jenis aktivitas yang dapat dilakukan antara lain aktivitas aerobik, seperti berjalan cepat, berlari, bersepeda. Tambahkan latihan kekuatan seperti gym, yoga, atau pilates setidaknya dua kali seminggu. Selain itu, hindari gaya hidup sedentari dan cobalah untuk bergerak setiap jam seperti melakukan peregangan.
Mengelola Stress
Stres berkepanjangan dapat memicu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap stroke. Teknik seperti meditasi, yoga, atau aktivitas relaksasi lainnya dapat membantu mengelola stres. Pastikan juga untuk memiliki tidur yang cukup dan berkualitas ya, Sahabat Sehat!
Berhenti Merokok dan Menggunakan Vape
Merokok secara signifikan meningkatkan risiko stroke. Menurut American Heart Association, risiko stroke berkurang setahun setelah berhenti merokok. Selain itu, berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular lainnya seperti penyakit jantung dan paru-paru.
Sahabat Sehat tentunya ingin terhindar dari risiko stroke bukan? Oleh karena itu, jangan lupa terapkan pola makan yang sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, dan berhenti atau hindari rokok maupun vape. Dengan kesadaran dan tindakan proaktif dari diri sendiri kita dapat mencegah stroke sebelum terjadi.
Ditulis Oleh:
Nur Bella Turcica Anibah S.Gz
S1 Ilmu Gizi – Universitas Diponegoro, Semarang (2023)
Progam Studi Profesi Dietisien – IPB University (2024 – Sekarang)
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
