Inilah 3 Manfaat Alpukat untuk Kesehatan

Alpukat, buah yang berasal dari keluarga Lauraceae ini memiliki rasa creamy yang lezat sehingga bisa diolah menjadi berbagai macam menu. Mulai untuk dimakan langsung, diolah menjadi jus, hingga menjadi isian sandwich.

Alpukat juga terkenal kaya akan kandungan lemak sehat dan serat yang tinggi. Bukan hanya itu, di dalamnya juga terkandung senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung. Sahabat Sehat, berikut ini tiga manfaat dari buah alpukat untuk kesehatan.

Foto: Freepik

Manfaat Alpukat untuk Kesehatan Pencernaan

Satu buah alpukat dengan ukuran sedang, kurang lebih 200 gram, bisa menyumbang sekitar 14 gram serat. Tahukah Sahabat Sehat? Jumlah ini hampir setengah dari nilai harian yang direkomendasikan, yakni sekitar 25 hingga 37 gram per hari untuk usia dewasa. Mendapatkan asupan serat yang cukup sangatlah penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, karena serat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.

Studi klinis yang dimuat dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengonsumsi alpukat dapat memperkaya keragaman bakteri usus dan meningkatkan jumlah bakteri baik tertentu dalam usus. Dibandingkan dengan kelompok kontrol, kelompok yang mengonsumsi alpukat setiap hari selama 12 pekan mengalami peningkatan jumlah bakteri Faecalibacterium, Lachnospira, dan Alistipes antara 26% hingga 65%. Bakteri tersebut berperan dalam menjaga kesehatan dan fungsi saluran cerna.

Manfaat Alpukat untuk Kesehatan Jantung

Mengonsumsi setengah buah alpukat saja sudah memenuhi 10% kebutuhan kalium dari nilai harian yang dibutuhkan. Kalium dibutuhkan untuk fungsi vital tubuh, termasuk mengatur tekanan darah dan menjaga fungsi sistem saraf. Mendapatkan asupan kalium yang cukup setiap hari akan melindungi Sahabat Sehat dari serangan hipertensi dan stroke.

Selain itu, buah ini dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang berfungsi mampu menjaga kesehatan jantung, sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kolesterol LDL teroksidasi ini sangat erat kaitannya dengan aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di sepanjang dinding arteri yang berkaitan dengan risiko terjadinya penyakit jantung koroner (PJK).

Foto: Freepik

Manfaat Alpukat untuk Capai Berat Badan Ideal

Alpukat merupakan salah satu buah yang padat gizi. Kandungan lemak sehat dan seratnya dapat membuat kamu merasa kenyang lebih lama setelah makan. Hal ini secara tidak langsung akan membantu mencegah penambahan berat badan apabila kamu sedang menurunkan berat badan.

Di sisi lain, alpukat juga mengandung kalori yang cukup tinggi, yakni sekitar 300 kcal untuk satu buah ukuran sedang. Mengonsumsi alpukat juga dapat menjadi pilihan jika kamu sedang ingin menaikkan berat badan. Oleh karena itu, untuk mendapat manfaat sesuai yang diharapkan, baik untuk menurunkan atau menaikkan berat badan, Sahabat Sehat dapat menyesuaikan porsi alpukat yang akan dikonsumsi.

Sahabat Sehat, itulah tiga manfaat mengonsumsi buah alpukat untuk kesehatan. Kamu dapat mengombinasikan alpukat dengan jenis makanan lainnya untuk mendapat menu yang bergizi seimbang.

Referensi

Kementerian Kesehatan RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta, Kemenkes RI.

USDA. 2019. Food Data Central: Avocados, raw, all commercial varieties.
https://fdc.nal.usda.gov/food-details/171705/nutrients
Diakses pada 26 Oktober 2025

Thompson, S. V., Bailey, M. A., Taylor, A. M., Kaczmarek, J. L., Mysonhimer, A. R., Edwards, C. G., Reeser, G. E., Burd, N. A., Khan, N. A., & Holscher, H. D. 2021. Avocado Consumption Alters Gastrointestinal Bacteria Abundance and Microbial Metabolite Concentrations among Adults with Overweight or Obesity: A Randomized Controlled Trial. The Journal of nutrition, 151(4), 753–762.
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S002231662200102X?via%3Dihub

Ma’rufi, R. dan Rosita, L. 2014. Hubungan dislipidemia dan kejadian penyakit jantung koroner. JKKI: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 47-53.
https://journal.uii.ac.id/JKKI/article/view/3379

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.