4 Hal yang Wajib Dilakukan Workaholic agar Makin Sehat

workaholic

Halo Teman Sehat! Di era globalisasi ini, workaholic merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita lah ya.

Iya, mereka yang lebih mementingkan pekerjaannya secara berlebihan sehingga melalaikan aspek kehidupan lainnya. Tidak hanya di negara maju seperti Amerika dan Jepang, fenomena workaholic juga terjadi di Indonesia loh! Banyak mereka yang menghabiskan ±60 jam dalam seminggu untuk bekerja. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Gaya hidup workaholic ternyata memberikan berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukan bahwa mereka yang gila kerja menunjukan keluhan kesehatan fisik maupun mental, stres yang berdampak pada penurunan sistem imun tubuh, flu, sulit tidur, bahkan obesitas.

Nah, ada 3 hal yang wajib kamu lakukan supaya tetap sehat, wahai workaholic!

1. Gerakan tubuh disela-sela padatnya aktivitas

Jam kerja para workaholic tergolong tinggi. Bekerja sebelum matahari terbit dan pulang saat tengah malam menjadikan “para penggila kerja” tidak punya cukup waktu untuk berolahraga.

Tapi ga perlu bingung lagi! Side neck stretches (menggerakan kepala), shoulder shrung (menggerakan bahu), back-side strecth (menggerakan pinggang) dapat dijadikan pilihan olahraga yang gampang dilakukan, dapat dilakukan di mana saja, dan hemat waktu. Memilih naik tangga ketimbang lift, berjalan ke parkiran mobil, mengambil sendiri kopi di pantry juga lebih bermanfaat loh bagi tubuh!

2. Terapkan gizi seimbang

Dalam pedoman gizi seimbang kita dianjurkan untuk makan beranekaragam sumber makanan mulai dari makanan pokok, sumber protein nabati dan hewani, sayuran, buah-buahan, serta mengkonsumsi minimal 8 gelas air per hari.

Konsumsi sayur dan buah menjadi poin penting bagi workaholic karena mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas yang timbul akibat stres kerja.

Jadi, bagi para workaholic yang hobi begadang, hindari pembelian makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak ya karena dapat memperburuk kesehatan tubuh, buah dan sayur dapat menjadi alternatif.

3. Lakukan meditasi

Para workaholic sangat rentan mengalami stres karena rutinitas yang berulang, jam istirahat yang sedikit, serta beban kerja yang tinggi. Betul kan?

Meditasi merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih. Berbagai penelitian merekomendasikan meditasi sebagai treatment bagi para workaholic karena meditasi dapat menyegarkan otak dan membuat seseorang produktif kembali.

4. Jangan lupa piknik!

youth-active-jump-happy-40815

Kurang piknik bikin panik!

Piknik dulu say..

Guyonan ini sering terdengar ditengah-tengah rutinitas masyarakat perkotaan dengan tuntutan kerja yang tinggi. Ternyata bener loh, liburan berdampak baik bagi kesehatan bahkan sebuah penelitian menunjukan ada hubungan antara frekuensi liburan yang lebih dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Jadi, buat Teman Sehat yang menyandang gelar workaholic atau punya kenalan dengan kondisi tersebut jangan lupa ya membagikan info-info di atas karena bagaimanapun juga setiap orang harus sehat secara fisik, mental, maupun sosial.

Jangan lupa share juga tips-tips terkait workaholic lainnya yang Teman Sehat ketahui dengan mengisi kolom komentar di bawah ini! (agt&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.