Dalam upaya mengurangi sampah plastik, tren penggunaan kemasan pangan eco-friendly sudah banyak digaungkan di sosial media. Bukan hanya ramah lingkungan, lima bahan berikut ini juga aman untuk digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Apa saja bahan tersebut? Let’s spill the tea!

Sekam Padi
Sekam padi, yang merupakan limbah pertanian, kini mulai dimanfaatkan dalam industri kemasan. Bahan ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan campuran dalam membuat plastik ramah lingkungan. Menurut hasil studi yang dimuat dalam jurnal Chemistry, penambahan sekam padi dalam pembuatan plastik LDPE ( Low-Density Polyethylene) akan membuat plastik tersebut lebih mudah terurai. Nah, plastik biodegradable ini nantinya bisa digunakan untuk membuat beragam kemasan makanan dan minuman sekali pakai.
Gelas atau Kaca
Kaca merupakan bahan kemasan yang tahan lama dan aman untuk makanan dan minuman. Bahannya juga stabil dan ngga mudah bereaksi dengan makanan atau minuman, jadi risiko kontaminasi dari kemasan sangatlah kecil. Selain bisa digunakan berulang kali, keunggulan terbesar dari kemasan kaca yaitu kualitasnya yang masih sangat baik meskipun sudah didaur ulang. Bahan kaca ini cocok digunakan untuk membuat botol minuman dan toples makanan. Meskipun begitu, masih ada pro dan kontra tentang penggunaan kaca sebagai kemasan eco-friendly karena efek jangka panjang dari penambangan pasir silika bagi lingkungan. Bagaimana menurut Sahabat Sehat?
Stainless Steel
Stainless steel sangat tahan lama dan bisa digunakan hingga bertahun-tahun. Seperti kaca, bahan ini non-reaktif sehingga ngga mudah berkarat atau mengeluarkan zat berbahaya yang dapat mencemari makanan. Kemasan stainless steel juga mudah dibersihkan dan tahan pada suhu panas maupun dingin loh, Sahabat Sehat. Oleh karena itu, penggunaannya bisa sangat beragam, mulai dari kotak makan, botol minum, wadah bahan dan bumbu di dapur, hingga kaleng untuk menyimpan makanan ringan.

Bambu
Pasti Sahabat Sehat sudah ngga asing kan dengan besek dan tampah yang terbuat dari bambu? Yup, bahan ini sudah digunakan untuk menyimpan makanan sejak lama. Seratnya yang kuat membuat bambu dapat dibentuk menjadi berbagai jenis kemasan yang kokoh dan dapat digunakan berulang. Namun, sebagai konsumen Sahabat Sehat harus jeli karena banyak produk bambu yang disebut “ramah lingkungan” sebenarnya terbuat dari campuran serat bambu dengan resin plastik. Selain itu, pastikan juga untuk memilih kemasan bambu yang menggunakan perekat food grade dan bebas dari bahan kimia berbahaya, seperti melamin dan formaldehida.
Gelatin
Gelatin merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk melapisi makanan agar lebih tahan lama. Bahan ini biasanya terbuat dari tulang atau kulit hewan. Lapisan gelatin berbentuk transparan dan sangat fleksibel. Bukan hanya mudah terurai secara alami, lapisan gelatin ini juga aman untuk dimakan, loh! Pengaplikasiannya cocok untuk menggantikan penggunaan plastik pada pembungkus sosis, permen, buah-buahan segar, atau bumbu pada makanan instan. Meskipun memiliki potensi yang besar, penggunaannya masih terbatas dan perlu dikembangkan lagi karena gelatin cukup rentan terhadap perubahan suhu dan lingkungan.
Ternyata sudah banyak sekali upaya dan inovasi yang dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Selain yang sudah disebutkan di atas, kira-kira bahan apa lagi yang berpotensi digunakan sebagai kemasan eco-friendly ya, Sahabat Sehat?
